RADARSOLO.COM – Persis Solo sukses mengamankan kemenangan penting saat menjamu Semen Padang dalam lanjutan BRI Super League 2025/2026 pekan ke-27. Bermain di Stadion Manahan, Minggu (12/4), Laskar Sambernyawa menang dengan skor tipis 2-1.
Hasil ini menjadi suntikan moral bagi Persis Solo dalam upaya menjauh dari ancaman degradasi. Tambahan tiga poin membuat posisi mereka sedikit lebih aman, meski jarak dengan tim-tim di zona bawah klasemen masih tergolong tipis dan rawan disalip.
Di sisi lain, kekalahan ini semakin menenggelamkan Semen Padang di papan bawah. Tim Kabau Sirah masih tertahan di posisi ke-17 dengan koleksi 20 poin, sehingga tekanan untuk keluar dari zona degradasi kian berat di sisa pertandingan musim ini.
Terlepas dari hasil akhir, pertandingan tersebut diwarnai sorotan terhadap kondisi lapangan Stadion Manahan. Hujan deras yang mengguyur Solo membuat sejumlah area lapangan tergenang air dan mengganggu jalannya pertandingan.
Kondisi ini mendapat perhatian serius dari penasihat tim Semen Padang, Andre Rosiade. Ia menilai kualitas lapangan tidak mencerminkan status Stadion Manahan sebagai salah satu stadion berstandar internasional.
“Kekalahan hari ini pasti karena kesalahan kami sendiri. Persis Solo berhasil memanfaatkan peluang secara efektif, sedangkan kami banyak membuang peluang,” ujar Andre Rosiade, Minggu (12/4/2026).
Baca Juga: RASOHISTORI: Daftar Klub Anggota PSSI 1940 Meningkat, Wakil Sragen, Klaten hingga PSIS Semarang Resmi Bergabung
Dia juga menyayangkan kondisi lapangan yang dinilainya menyerupai sawah akibat buruknya sistem drainase. Menurutnya, aliran bola menjadi terhambat dan situasi tersebut merugikan kedua tim yang bertanding.
“Saya sangat menyayangkan, proyek Kementerian PUPR ini kalau menurut saya seperti sawah. Aliran bola jadi terhambat dan merugikan kedua tim,” imbuhnya.
Baca Juga: Hasil Akhir Liga 2: Sriwijaya FC Terus Terbenam! Persekat Menang Mudah di Tegal
Andre bahkan membandingkan kondisi Stadion Manahan dengan Stadion Haji Agus Salim di Padang yang saat ini tengah menjalani renovasi mandiri oleh pihak klub.
“Lapangan rumput dan drainase di stadion kami kerjakan sendiri dengan anggaran personal, jauh lebih baik kualitasnya dibanding ini. Harapannya, Persis Solo bisa berkomunikasi dengan Pemkot Solo untuk memperbaiki drainase agar stadion senilai ratusan miliar ini punya kualitas lapangan yang sepadan,” tegasnya.
Baca Juga: Hasil Akhir Deltras FC vs Persipal Palu, Liga 2: Drama 6 Gol, Wakil Jatim Mengamuk di Bantul
Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Solo Respati Ardi memastikan pihaknya akan segera melakukan pengecekan terhadap kondisi lapangan Stadion Manahan yang tergenang air akibat hujan deras.
“Ya, kami akan cek segera. Ini menjadi salah satu stadion internasional, tentunya menjadi koreksi bagi kami. Kami akan evaluasi agar pada event berikutnya tidak terjadi hal serupa,” ujar Respati kepada wartawan.
Evaluasi menyeluruh terhadap kualitas drainase dan perawatan lapangan pun menjadi pekerjaan rumah yang mendesak, mengingat Stadion Manahan kerap menjadi tuan rumah berbagai agenda penting. Perbaikan yang cepat dan tepat diharapkan mampu menjaga standar stadion sekaligus menjamin kualitas pertandingan ke depan tetap optimal. (hj/nik)