RADARSOLO.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Solo akan menutup sementara seluruh lapangan bola berstandar internasional di Kota Bengawan, dalam waktu dekat.
Ini dilakukan untuk memudahkan perawatan lapangan, yang bersamaan dengan upaya serupa di Stadion Manahan.
Sebagai pengingat, pemkot akan memperbaiki sistem drainase Stadion Manahan, pasca munculnya genangan saat Persis Solo menjamu Semen Padang, Minggu (12/4).
Bersamaan dengan perbaikan lapangan bola lainnya, mulai dari Lapangan Sriwaru, Banyuanyar, Kota Barat, Stadion Sriwedari.
“Dispora (dinas pemuda dan olahraga) itu merawat banyak sekali lho! Ada (Lapangan) Banyuanyar, Sriwaru, Kotta Barat, Sriwedari, dan lainnya. Kita harus berbangga, karena dari Liga 1 sampai Liga 4 main di Solo. Maka harus dirawat bareng-bareng,” Wali Kota Solo Respati Ardi, Minggu (19/4).
Rencananya perawatan Stadion Manahan akan dilakukan setelah pertandingan terakhir BRI Super League, 16 Mei mendatang. Setelah itu, upaya perawatan seperti pembenahan sistem infiltrasi rumput lapangan bisa dilakukan.
Perawatan serupa juga akan dilakukan untuk seluruh lapangan dengan standar internasional lainnya. Sehingga penutupan sementara perlu dilakukan.
“Selain dipakai liga, kan biasanya di akhir pekan juga sering fun match. Nanti akan ada pembatasan untuk fun match sampai perawatan selesai. Pembongkaran butuh dua bulan, jadi baru bisa dilakukan saat off season agar bagus lagi untuk event-event internasional,” imbuhnya.
Baca Juga: Akui Ini Penampilan Terburuk Persis Solo, Milomir Seslija: Arema FC Memang Pantas Menang
Terpisah, Kabid Olahraga, Pendidikan, dan Sarana Prasarana Dispora Kota Solo Syamsu Rohman menjabarkan sejumlah faktor penyebab lapangan Stadion Manahan tergenang. Salah satunya pemadatan elemen di bawah rumput, yang membuat resapan air kurang optimal. Maka dari itu butuh perawatan sesegera mungkin.
“Kalau Sabtu-Minggu (Stadion Manahan) memang sering untuk fun football. Maka perlu pemadatan. Jadi, memang betul arahan mas wali, itu (intensitas pemakaian) perlu dikurangi. Nanti diarahkan ke lapangan-lapangan yang lain saja,” beber Syamsu. (ves/fer)
Editor : fery ardi susanto