Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

RASOHISTORI, 21 Desember 2013: Ini Pertama Kalinya Anthem Persis Solo Berjudul Satu Jiwa Dikumandangkan Suporter, Ternyata Pas Lawan Klub Luar Negeri

Niko auglandy • Selasa, 21 April 2026 | 19:23 WIB
Head Coach Persis Solo Widyantoro merayakan laga di depan Pasoepati yang memadati Stadion Manahan, 2013 silam. (DOK. RADAR SOLO).
Head Coach Persis Solo Widyantoro merayakan laga di depan Pasoepati yang memadati Stadion Manahan, 2013 silam. (DOK. RADAR SOLO).

RADARSOLO.COM - ‎Dari stadion, tribun, hingga jalanan Kota Solo, chant “Satu Jiwa” sudah menjadi napas yang menyatukan suporter dan Persis Solo. Lagu milik band indie The Working Class Symphony (TWCS) itu kini identik dengan Laskar Sambernyawa, seolah diciptakan khusus untuk mereka—padahal perjalanan lagu ini menjadi anthem klub tidak sesederhana itu.

Hampir semua kelompok suporter dunia punya chant hingga anthem yang dinyanyikan sata mendukung tim kebanggaannya. Liverpool memiliki “You’ll Never Walk Alone”, Juventus memutar lantang “Storia di un Grande Amore”, dan di Indonesia Aremania dikenal dengan lagu “Salam Satu Jiwa”.

‎Di Solo, suporter Persis Solo akhirnya punya identitas musikal yang kuat lewat, yakni lagu “Satu Jiwa” milik band Celtic punk asal Solo, yakni The Working Class Symphony atau TWCS.

Baca Juga: Membanggakan, Indonesia Bawa Pulang 9 Medali dari Kejuaraan Para Balap Sepeda Asia 2026

Lagu itu pertama kali bergema di Stadion Manahan saat Persis menjamu UITM FC (Malaysia) pada 21 Desember 2013.

Yang dinyanyikan ribuan Pasoepati, yang sudah menyiapkan lagu ini untuk dikumandangkan bersama.

‎“Kami pilih ‘Satu Jiwa’ karena lagu ini paling mencerminkan kebersamaan,” ujar Menteri Kreativitas DPP Pasoepati kala itu Andre Jaran  saat diwawancarai Jawa Pos Radar Solo, 2013 silam.

‎Sejak saat itu, “Satu Jiwa” menjadi ritual untuk dinyanyikan sebelum laga dimulai, dan kembali diteriakkan setelah peluit akhir.

DEDIKASI: Zoelham TWCS saat menyanyikan anthem Satu Jiwa di hadapan pemain Persis Solo dan suporter, 2023 silam. (TIM MEDIA PERSIS SOLO)
DEDIKASI: Zoelham TWCS saat menyanyikan anthem Satu Jiwa di hadapan pemain Persis Solo dan suporter, 2023 silam. (TIM MEDIA PERSIS SOLO)

‎Meski lagunya sering dinyanyikan Pasoepati, TWCS—band punk rock asal Solo— awalnya mengakui justru baru mengetahui hal itu jauh setelahnya.

‎“Awalnya saya malah tidak tahu, karena Pasoepati tidak izin dulu. Tapi kami bangga. Lagu itu bikin Manahan tambah ramai, dan kami jadi lebih dikenal,” tutur Zoelham, vokalis TWCS saat dikonfirmasi, kala itu.

‎Banyak orang kemudian mulai mencari lagu ini dimedia sosial, hingga album TWCS yang berisi lagu “Satu Jiwa”.

‎‎‎‎TWCS sejatinya lahir dari evolusi band punk rock Solo, Underdog. Pada 2010, beberapa anggotanya berbincang santai di kawasan Taman Hiburan Rakyat (THR) Sriwedari, lalu sepakat membentuk band baru dengan identitas yang lebih kolektif.

Hingga akhirnya lahirlah The Working Class Symphony, yang kita kenal hingga hari ini.

‎Nama mereka kemudian melambung saat “Satu Jiwa”, hingga menjadi lagu wajib suporter Persis Solo disetiap agenda.

Baca Juga: Tanggal 3 April 2026 Tanggal Merah, Ada Hari Libur Apa? Siap-Siap Nikmati Long Weekend Pekan Ini

‎Ada kisah unik yang membuat lagu ini masih melegenda dengan keberadaan lagu ini. Tepatnya ketika Timnas Indonesia U-19 era Evan Dimas berlaga melawan Pra PON di Stadion Manahan pada 10 Februari 2014.

Saat itu sekira 30 ribu Pasoepati serempak menyanyikan “Satu Jiwa” sebelum pertandingan.

‎Pelatih Timnas U-19 kala itu, Indra Sjafri, ikut terbawa suasana. Dia begitu terpukau, bahkan sampai berniat mencari albumnya.

 Namun timnas keburu bertolak ke Semarang untuk menghadapi PSIS Semarang, sehingga dia meminta bantuan suporter lokal untuk mencarikan CD album TWCS.

Baca Juga: NAM ABP Surakarta Segera Finalisasi 18 Pemain Jelang Debut di Women Pro Futsal League 

‎“Awalnya anak Panser Biru yang minta, tapi kami bilang sudah habis. Yang tersisa cuma lima CD, itu pun ada di Jerman. Tapi setelah tahu yang minta itu Coach Indra, kami akhirnya carikan. Drummer kami rela memberikan CD pribadinya,” kenang Zoel.

Menariknya Timnas Indonesia U-19 beruji coba melawan Persis Solo di Stadion Manahan, Senin (28/5/2018).

 Indra Sjafri ternyata mengakui ada salah satu hal yang sangat ingin dia kembali rasakan. Ini adalah suporter menyanyikan bersama lagu Satu Jiwa di Manahan,

"Saya sangat suka lagu Satu Jiwa dan ingin mendengarkan lagi di Stadion Manahan. Bahkan saya sudah download lagunya. Saya rindu stadion ini dan sekarang jadi kesempatan kedua saya datang lagi ke Solo," ungkap Indra Sjafri sebelum lama, 2018 silam.

Baca Juga: Tanggal 3 April 2026 Tanggal Merah, Ada Hari Libur Apa? Siap-Siap Nikmati Long Weekend Pekan Ini

‎Bagi TWCS, itu kebanggaan tersendiri. Lagu mereka bukan hanya dinyanyikan suporter klub, tetapi juga menjadi penyemangat Timnas Indonesia.

‎Banyak yang menilai Persis adalah salah satu klub pertama di Indonesia yang benar-benar memproklamasikan bahwa setiap tim harus punya anthem yang dinyanyikan sebelum dan sesudah pertandingan. “Satu Jiwa” menjadi penanda era baru atmosfer Manahan.

Chant ini bukan sekadar lagu. ‎Ia adalah perekat kebersamaan, suara persatuan, dan identitas baru Laskar Sambernyawa.

Sayangnya pada, Selasa, 17 Februari 2026, kabar duka muncul. Zoelham tutup usia. Raganya memang telah tiada, namun karya dan legacy-nya untuk Persis Solo dan musik di Kota Bengawan akan tetap abadi. 

Lagu Satu Jiwa buatannya akan tetap berkumandang di laga laga Persis Solo. Kapan pun dan di mana pun. (nik)

 

 

 

 

LIRIK “SATU JIWA” (karya Zoelham TWCS)

Disini semua berawal

Disini kita berbagi kesenangan

Berusaha tetap bersama

Walaupun jarak kadang terbentang memisahkan

 

Rayakanlah pertemuan ini

Slalu bersama apapun yg terjadi

Singkirkan semua yg mengganggumu

Kitakan tetap jadi satu

 

Roda hidup terus berputar

Dan takdirpun tak slalu sama...pahamilah

Namun hasrat tuk tetap bersama

Menjadi semangat yg membuat kita smakin kuat

Editor : Niko auglandy
#persis solo #malaysia #anthem #stadion manahan #TWCS