RADARSOLO.COM – Persis Solo U16 berhasil menembus partai final Elite Pro Academy Super League (EPA) 2025/2026 setelah menyingkirkan Persebaya U16 dengan skor meyakinkan 3-1. Kemenangan tersebut menjadi bukti konsistensi Sambernyawa Muda dalam menjaga performa sepanjang kompetisi.
Keberhasilan melaju ke final disambut penuh syukur oleh Pelatih Persis Solo U-16 Imam Rohmawan. Menurutnya, pencapaian ini merupakan hasil dari kerja keras seluruh elemen tim, mulai dari pemain, ofisial, hingga jajaran pelatih yang terus berjuang tanpa lelah.
Imam menegaskan, keberhasilan lolos ke final bukanlah hasil instan. Seluruh pemain telah menunjukkan semangat juang tinggi dan komitmen besar selama menjalani setiap pertandingan di kompetisi usia muda paling bergengsi tersebut.
“Saya secara pribadi sangat bersyukur dan senang atas capaian ini. Saya mengucapkan selamat dan terima kasih kepada para pemain saya yang terus berjuang tak kenal lelah selama bertanding,” ujar Imam, Minggu (26/4/2026).
Baca Juga: Pelatih Persis Solo Ungkap Ketatnya Liga Indonesia Bak Liga Inggris, Ternyata Ini Alasannya:
Eks gelandang Persis Solo di musim 2006 dan 2008-2012 tersebut menyampaikan apresiasi kepada seluruh tim kepelatihan Akademi Persis yang selama ini terus bahu-membahu membangun fondasi permainan tim. Menurutnya, keberhasilan ini tidak lepas dari kekompakan seluruh staf yang bekerja di balik layar.
Meski berhasil mencapai final, Imam meminta para pemainnya tidak cepat puas. Ia menegaskan bahwa lolos ke partai puncak bukan alasan untuk larut dalam euforia, melainkan momentum untuk meningkatkan fokus menghadapi laga penentuan.
“Saya selalu mengingatkan kepada para pemain saya untuk terus introspeksi diri, memperbaiki kemampuan, dan jangan cepat puas. Masuk final ini bukan sesuatu yang harus cepat dirayakan,” tegasnya.
Baca Juga: Persis Solo Diterpa Jadwal Neraka, Milomir Seslija Akui Lebih Tertekan Kalau Menganggur
Hal senada disampaikan Direktur Teknik Akademi Persis Rasiman. Dia turut memberikan apresiasi atas keberhasilan Persis U16 melangkah ke final, namun mengingatkan bahwa ujian sesungguhnya justru ada di laga terakhir.
Menurut Rasiman, final menjadi kesempatan besar bagi para pemain muda Persis untuk menunjukkan kualitas mereka, tidak hanya dari sisi teknik, tetapi juga kekuatan mental saat menghadapi tekanan pertandingan besar.
“Final ini adalah kesempatan bagi para pemain kami untuk menunjukkan kualitasnya, baik mental maupun teknik. Karena itu saya minta mereka terus mempersiapkan diri dan jangan cepat puas,” paparnya.
Dia juga menegaskan bahwa keberhasilan Akademi Persis menembus final lahir dari program pembinaan yang terstruktur, dengan fokus pada empat aspek utama yakni taktik, teknik, fisik, dan mental. Di partai final nanti, Persis U16 akan menghadapi Persik Kediri U16, dan Rasiman optimistis Sambernyawa Muda mampu menutup musim dengan gelar juara. (hj/nik)
Editor : Niko auglandy