Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Eks Bek Persis Solo Curhat ke Media Belanda: Kecewa Semua Pemain Asing Dicoret, Kaget Anaknya Jadi Primadona Masyarakat Indonesia

Niko auglandy • Senin, 27 April 2026 | 22:30 WIB
Skuad Persis Solo yang teriun di Super League 2025/2026.
Skuad Persis Solo yang teriun di Super League 2025/2026.

RADARSOLO.COM - Bek asal Belanda, Xandro Schenk, punya cerita yang tak biasa selama membela Persis Solo di putaran pertama BRI Super League 2025–2026. Meski hanya setengah musim, pengalamannya di Indonesia meninggalkan kesan mendalam—baik di dalam maupun di luar lapangan.

Dalam wawancara dengan media Belanda VoetbalPrimeur, Schenk mengungkapkan ada banyak kenangan yang takbisa dilukapannya.

Dia mengakui pemain dari Belanda jadi daya tarik di Indonesia.  Bahkan dia menjelaskan saat keluarganya berwisata keliling kota, tak sedikit yang melihat aktivitasnya dan mendapat perhatian khusus.

"Anak laki-laki saya, dia benar-benar berambut pirang. Saat masih muda, rambut hampir putih. Dia benar-benar menjadi daya tarik disini. Semua orang ingin menyentuhnya di sana (Indonesia). Itu sangat istimewa, harus saya akui. Anak-anak saya sekarang sudah pernah ke Indonesia, itu tentu saja pengalaman yang luar biasa bagi mereka. Sama seperti orang tua saya," tutur Xandro kepada VoetbalPrimeur.

Baca Juga: Persis Solo U16 Tembus Final EPA Super League, Imam Rohmawan Beri Pesan Khusus

Bukan hanya putranya yang masih kecil, rekan setimnya di Persis Solo, yakni Gervane Kastaneer juga populer di kalangan masyarakat. Terutama di Bandung, tempat dia sebelumnya bermain untuk Persib Bandung, sebelum akhirnya berlabuh ke Persis Solo.

"Kami terkadang pergi ke mal untuk minum kopi. Dia tidak bisa berjalan normal di sana dan akan didekati serta dikenali di mana-mana. Ini benar-benar aneh. Saya tidak pernah berada di klub yang kondisinya seburuk itu," celetuknya.

Baca Juga: Pelatih Persis Solo Ungkap Ketatnya Liga Indonesia Bak Liga Inggris, Ternyata Ini Alasannya: Persija Jakarta Apakah Termasuk Tim Terbaik?

Di atas lapangan, Schenk sebenarnya tampil cukup solid. Eks pemain akademi Ajax Amsterdam itu mencatatkan 17 penampilan dan menyumbang dua gol untuk Persis. Golnya tercipta saat menghadapi PSM Makassar dan Persik Kediri.

"Ini (Indonesia) negara yang besar, Anda selalu terbang antar pertandingan dan harus pergi ke mana-mana,” tuturnya.

Baca Juga: Persis Solo Diterpa Jadwal Neraka, Milomir Seslija Akui Lebih Tertekan Kalau Menganggur

Sayangnya situasi tim yang terpuruk di papan bawah klasemen membuat segalanya berubah drastis. Manajemen Persis mengambil langkah besar dengan merombak skuad, termasuk melepas hampir seluruh pemain asing di putaran kedua. Schenk pun menjadi salah satu korban kebijakan tersebut.

Ia menggambarkan kariernya di Indonesia seperti “roller coaster”—penuh kejutan dan sulit diprediksi. Selain tekanan kompetisi, ia juga menyoroti tantangan geografis Indonesia yang luas, memaksa tim melakukan perjalanan panjang untuk setiap pertandingan.

“Kami berada di dasar klasemen liga. Akhirnya, mereka (Persis Solo) mengusir (melepas atau meminjamkannya, Red) semua pemain asing. Saya senang bisa kembali ke Eropa," tutrnya.

Pada akhirnya, meski harus hengkang lebih cepat, Schenk tetap membawa pulang cerita yang tak terlupakan. Dari atmosfer sepak bola yang fanatik, pengalaman budaya yang unik, hingga dinamika kompetisi yang keras—semuanya menjadi bagian dari perjalanan singkatnya bersama Laskar Sambernyawa. (nik)

 

Editor : Niko auglandy
#persis solo #ajax amsterdam #Xandro Schenk