RADARSOLO.COM - Persis Solo menghadapi salah satu laga terpenting musim ini saat menjamu Persebaya Surabaya pada pekan ke-32 Super League 2025/2026 di Stadion Manahan, Sabtu malam (9/5/2026).
Kemenangan menjadi harga mati bagi Laskar Sambernyawa demi menjaga peluang bertahan di kasta tertinggi sepak bola Indonesia. Dalam tekanan besar di papan bawah klasemen, Persis kini tak lagi punya banyak ruang untuk melakukan kesalahan.
Pelatih Persis Solo Milomir Seslija menegaskan, timnya harus segera bangkit dan keluar dari situasi sulit yang tengah dihadapi.
“Saya tidak pernah berada di zona nyaman dan saya tidak suka berada di zona nyaman. Dan terkadang zona nyaman itu tidak baik. Ini adalah saat di mana kita harus bangkit kembali. Kita harus menunjukkan bahwa mimpi dan target kita untuk tetap berada di liga menjadi kenyataan,” tegas Milo.
Menurutnya, laga melawan Persebaya akan menghadirkan atmosfer yang berbeda dibanding pertandingan sebelumnya. Setelah sempat menjalani hukuman tanpa penonton di dua laga kandang, kini Persis kembali mendapat dukungan langsung dari suporternya di Stadion Manahan.
Milo menyebut kehadiran suporter bisa menjadi kekuatan tambahan yang sangat penting bagi timnya.
“Mengapa? Kita bermain di kandang dengan para penggemar kita, dan ini adalah suasana yang benar-benar berbeda. Mereka dapat menciptakan suasana yang memberikan banyak motivasi kepada tim, untuk menjadi pemain ke-12 kita,” ujarnya.
Pelatih asal Bosnia itu percaya atmosfer Manahan mampu memberikan tekanan tersendiri bagi lawan sekaligus meningkatkan mental bertanding anak asuhnya.
“Dan dalam suasana ini kita dapat memainkan sepak bola yang bagus, kita sudah tahu itu,” lanjutnya.
Menghadapi Persebaya yang sedang dalam tren positif, Milo memastikan Persis akan melakukan sejumlah penyesuaian taktik.
Dia mengakui Bajol Ijo memiliki karakter permainan berbeda dibanding Malut United maupun Persija Jakarta, dua tim yang sebelumnya sukses mengalahkan Persis.
“Akan ada beberapa rotasi, biasanya karena beberapa pemain lelah dan kita membutuhkan beberapa pemain yang berbeda karena Persebaya adalah tim yang benar-benar berbeda dari Malut, dari Persija. Dan kita harus menyesuaikan diri,” jelasnya.
Baca Juga: Tangis Persipura Pecah di Lukas Enembe, Mimpi Promosi Liga 1 Hancur dan Ricuh Warnai Laga
Milo juga mengaku tim pelatih sudah mempelajari kekuatan dan kelemahan Persebaya secara detail. Fokus utama Persis adalah menghentikan agresivitas lawan dan memaksimalkan peluang saat bermain di kandang sendiri.
“Kita tahu apa kelemahan mereka, apa kelebihan mereka. Kita mencoba untuk menghentikan mereka mencetak gol dan kita mencoba untuk mengungguli mereka di sini,” katanya.
Di tengah tekanan besar yang sedang dihadapi Persis, Milo meminta seluruh elemen tim tetap bersatu. Ia menegaskan kemenangan maupun kekalahan harus ditanggung bersama sebagai satu tim.
“Ketika kami kalah, kami kalah sebagai sebuah tim, ketika kami menang, kami menang sebagai sebuah tim,” tuturnya.
Milo juga mengungkapkan bahwa suasana internal tim mulai membaik menjelang laga penting ini. Dukungan dari manajemen dan para petinggi klub terus mengalir untuk menjaga semangat pemain tetap menyala.
“Kami mendapat dukungan yang baik dari para ofisial kami yang datang setiap latihan untuk menonton, untuk memberi kami dukungan, bukan mengkritik, untuk memberi kami semangat dan untuk bermain lebih baik agar memenangkan pertandingan ini,” ucapnya.
Bagi Milo, pertandingan melawan Persebaya bukan sekadar duel memperebutkan tiga poin.
Dia menilai laga ini menyangkut harga diri dan harapan seluruh masyarakat Kota Solo agar Persis tetap bertahan di Liga 1 musim depan.
“Seperti yang saya katakan, kami tahu apa arti pertandingan ini bagi kita semua, bukan hanya para pemain, ini tentang Solo City,” tegasnya. (nik)
Editor : Niko auglandy