RADARSOLO.COM – Hanya bisa mendapat 1 poin saat menjamu Persebaya Surabaya (0-0) di Stadion Manahan, Sabtu malam (9/5), jadi sebuah kerugian buat Persis Solo. Dua laga sisa melawan Dewa United dan Persita Tangerang, mau tak mau harus dimenangkan. Tapi bisa saja Persis dipastikan terdegradasi andai hari ini, Madura United menang atas Bhayangkara FC.
Persis saat ini tertinggal 4 poin dengan Madura United yang ada di atasnya. Andai Madura United menang atas Bhayangkara FC ini membuat selisih Madura dan Persis jadi 7 poin.
Itu artinya Persis sudah tertutup pintu untuk bertahan di kasta tertinggi liga Indonesia, dan dipastikan menemani Semen Padang dan PSBS Biak yang sudah terdegradasi lebih dulu.
Usai gagal menang atas Persebaya Surabaya, kekecewaan jelas tak bisa dihindarkan. Mewakili pemain Persis Solo, Luka Dumancic mengatakan jika para pemain sudah berjuang maksimal di laga ini. Hanya saja, Persis memang cukup kesulitan untuk membobol tim lawan.
“Pemain sudah melakukan segalanya dan kita sudah lihat mungkin secara keseluruhan kita lebih mendominasi dan lebih unggul dari segi permainan di babak kedua. Namun kami kurang beruntung karena tidak bisa mencetak gol,” bebernya.
Baca Juga: Asyik Mancing, Tiga Pelajar di Jumantono Karanganyar Terjebak Air Bah
Luka mengaku laga ini akan menjadi pelajaran bagi Persis untuk meraih kemenangan di tantangan selanjutnya. Dirinya percaya Persis bisa bertahan di Liga ini. Oleh karena itu, Luka berharap kepada para pendukung untuk terus percaya dan memberikan dukungan kepada Persis.
“Kami akan lebih berjuang hingga akhir karena kita punya peluang untuk bertahan. Dan saya harap semua pihak untuk terus percaya pada kami dan kami akan terus berjuang untuk klub ini,” imbuhnya.
Pelatih Persebaya Surabaya Bernardo Tavares menilai pertandingan berlangsung dengan intensitas tinggi. Menurutnya, timnya tampil lebih baik pada babak pertama dan mampu mengendalikan permainan.
"Saya rasa ini adalah pertandingan yang intens. Di babak pertama, kami mendapatkan lebih banyak peluang daripada tim lawan. Hingga menit ke-15, kami mendominasi dan mengontrol permainan," ujar pelatih asal Portugal tersebut.
Bernardo mengungkapkan timnya mengalami kendala pada babak kedua setelah beberapa pemain harus ditarik keluar karena cedera. Kondisi itu memaksanya menempatkan sejumlah pemain di posisi yang bukan peran ideal mereka.
"Kami ingin menang, tetapi sayangnya hanya mendapatkan satu poin di stadion yang sulit ini," katanya.
Meski gagal membawa pulang kemenangan, Bernardo tetap mengapresiasi perjuangan anak asuhnya. Dia juga memuji atmosfer Stadion Manahan dan menyampaikan terima kasih kepada Bonek dan Bonita yang memberikan dukungan dari Surabaya.
Baca Juga: Jadi Tuan Rumah Forum Pokdarwis, Pemkot Solo Desak Pusat Hidupkan Kembali Anugerah Desa Wisata
Di kubu tuan rumah, pelatih Persis Solo Milomir Seslija mengakui timnya tidak memulai pertandingan sesuai rencana.
Milo menilai hasrat besar untuk meraih kemenangan membuat para pemain terlalu terburu-buru dalam menyelesaikan serangan. Akibatnya, sejumlah peluang emas gagal dimaksimalkan.
"Kami tidak akan menyerah. Masih ada peluang hingga pertandingan terakhir. Kami harus tetap percaya. Kami menunjukkan bahwa kami bisa mendominasi tim yang sangat bagus seperti Persebaya. Yang kurang hanyalah gol," tegasnya. (hj/nik)
Editor : Niko auglandy