RADARSOLO.COM - Persaingan juara Super League 2025/2026 makin panas. Persib Bandung berhasil mengamankan kemenangan krusial 2-1 atas rival abadinya, Persija Jakarta, dalam laga sengit di Stadion Segiri.
Hasil tersebut membuat Maung Bandung semakin kokoh di puncak klasemen sementara. Hingga pekan ke-32, Persib sudah mengoleksi 72 poin dari 32 pertandingan.
Catatan mereka musim ini benar-benar impresif. Persib sukses membukukan 23 kemenangan, enam hasil imbang, dan hanya tiga kali menelan kekalahan.
Produktivitas lini depan juga tajam dengan torehan 57 gol, sementara lini belakang tampil solid usai hanya kebobolan 21 kali.
Namun, aroma persaingan juara masih jauh dari selesai.
Baca Juga: Update Klasemen Moto2 2026, Mario Aji Peringkat Berapa Usai Balapan di Le Mans Prancis Hari Ini?
Borneo FC Samarinda masih terus membayangi di posisi kedua dengan koleksi poin yang sama, yakni 72 angka. Bedanya, Pesut Etam masih menyimpan satu pertandingan lebih banyak.
Borneo FC baru akan menjalani laga pekan ke-32 menghadapi Bali United FC pada Senin (11/5/2026) di Stadion Kapten I Wayan Dipta.
Baca Juga: Asyik Mancing, Tiga Pelajar di Jumantono Karanganyar Terjebak Air Bah
Jika mampu menang di Bali, Borneo FC akan kembali menyamai poin Persib Bandung. Situasi itu membuat perebutan gelar juara dipastikan berlangsung panas hingga dua pekan terakhir kompetisi.
Tekanan kini berada di pundak kedua tim. Persib memang berada di posisi terdepan, tetapi Borneo FC masih punya peluang besar menggagalkan pesta juara Maung Bandung.
Dengan hanya menyisakan dua pertandingan setelah pekan ini, setiap laga kini terasa layaknya final. Sedikit saja terpeleset, mimpi mengangkat trofi bisa berubah jadi penyesalan panjang.
PAPAN TENGAH MEMANAS
Kekalahan 1-2 dari Persib Bandung di Stadion Segiri, Minggu sore (10/5/2026), menjadi pukulan menyakitkan bagi Persija Jakarta. Bukan hanya gagal memangkas jarak di papan atas, Macan Kemayoran juga harus menerima kenyataan kalah dua kali dari rival abadinya musim ini.
Sebelumnya, pada pertemuan putaran pertama, Persija juga tumbang 0-1 dari Persib. Artinya, Maung Bandung sukses menyapu bersih duel klasik musim ini dan kembali menegaskan dominasi mereka atas rival bebuyutannya.
Meski kalah, posisi Persija sebenarnya masih cukup aman di papan atas Super League 2025/2026. Tim ibu kota itu tetap bertahan di peringkat ketiga dengan koleksi 65 poin.
Baca Juga: Nasib Persis Solo Ternyata Kini Bergantung pada Madura United, Ternyata Ini Alasannya
Dari 32 pertandingan yang sudah dijalani, Persija mencatatkan 20 kemenangan, lima hasil imbang, dan tujuh kekalahan. Catatan itu membuat mereka masih berada dalam jalur perebutan papan elite, meski peluang juara kini makin menipis.
Persaingan di zona atas sendiri masih sangat ketat. Posisi keempat sementara ditempati Malut United FC. Hingga berita ini ditulis, Malut United masih menjalani laga melawan PSIM Yogyakarta dan skor sementara masih imbang 0-0.
Di bawah Malut United, Dewa United Banten FC dan Persebaya Surabaya terus menguntit ketat dalam persaingan papan atas.
Tak hanya perebutan gelar yang panas, persaingan papan tengah Super League musim ini juga berlangsung gila-gilaan. Selisih poin antar klub sangat tipis, membuat posisi klasemen bisa berubah hanya dalam satu pertandingan.
Saat ini posisi papan tengah dihuni Bhayangkara Presisi Lampung FC dengan 47 poin, lalu Bali United FC 45 poin, Persita Tangerang 44 poin, PSIM Yogyakarta 40 poin, dan Persik Kediri dengan 39 poin.
Dengan kompetisi yang tinggal menyisakan sedikit pertandingan, tekanan kini terasa di semua lini klasemen. Dari perebutan juara, tiket papan atas, hingga persaingan bertahan di papan tengah, semuanya masih bisa berubah kapan saja.
JURANG DEGRADASI KIAN MENEGANGKAN
Persaingan papan bawah Super League 2025/2026 ternyata tak kalah menegangkan dibanding perebutan gelar juara. Aroma drama degradasi kini makin terasa tajam jelang kompetisi memasuki dua pekan terakhir.
Momen emosional bahkan terjadi di kubu PSM Makassar. Meski baru saja dihajar telak 0-3 oleh Arema FC pada pekan ke-32, pemain dan tim kepelatihan PSM justru tetap bersorak kegirangan di ruang ganti.
Baca Juga: Ditahan Imbang Persebaya, Nasib Persis Solo Makin Diujung Tanduk
Penyebabnya bukan karena hasil mereka sendiri, melainkan kabar dari Stadion Manahan. Pada saat bersamaan, Persis Solo hanya mampu bermain imbang 0-0 melawan Persebaya Surabaya.
Hasil itu membuat PSM dipastikan aman bertahan di Liga 1 musim depan. Apa pun hasil dua laga tersisa, posisi Juku Eja tak lagi bisa disalip Persis Solo yang masih tertahan di zona merah.
Situasi serupa juga dirasakan Persijap Jepara. Kemenangan mengejutkan 3-0 di kandang Persita Tangerang di Banten International Stadium membuat Laskar Kalinyamat resmi bernapas lega.
Persijap kini dipastikan aman dari ancaman degradasi dan tetap bertahan di kasta tertinggi musim depan.
Sebaliknya, nasib Persis Solo kini benar-benar di ujung tanduk. Laskar Sambernyawa masih harus berharap pada hasil pertandingan Madura United FC melawan Bhayangkara Presisi Lampung FC, Senin (11/5/2026).
Jika Madura United mampu meraih kemenangan, maka Persis Solo dipastikan terdegradasi. Klub kebanggaan Kota Bengawan itu akan menyusul Semen Padang FC dan PSBS Biak yang lebih dulu dipastikan turun kasta.
Saat ini posisi klasemen papan bawah dihuni Persijap Jepara dan PSM Makassar dengan 34 poin. Di bawahnya ada Madura United dengan 32 poin, lalu Persis Solo 28 poin, Semen Padang 20 poin, dan PSBS Biak 18 poin.
Situasi ini membuat laga Madura United kontra Bhayangkara FC berubah menjadi pertandingan hidup-mati bagi Persis Solo. Satu hasil saja bisa menentukan apakah Laskar Sambernyawa masih punya harapan, atau resmi jatuh ke jurang degradasi. (nik)
Editor : Niko auglandy