RADARSOLO.COM-Nama Hasnan Sungkar kembali menjadi perbincangan di kalangan pecinta sepak bola nasional.
Konsistensinya membawa tim bersaing di papan atas membuat banyak klub mulai melirik sosok pelatih muda tersebut untuk musim kompetisi mendatang.
Dalam beberapa musim terakhir, Hasnan dikenal sebagai pelatih yang hampir selalu mampu membawa timnya menembus minimal empat besar kompetisi yang diikuti.
Rekam jejak itu kembali terbukti bersama Jakarta United (JU), di mana ia sukses mengantarkan tim melaju hingga babak semifinal selama dua musim berturut-turut.
Yang menarik perhatian banyak pihak, pencapaian tersebut diraih dalam kondisi persiapan yang sangat minim.
Hasnan bahkan hanya memiliki waktu 1-2 hari untuk mempersiapkan tim sebelum pertandingan penting berlangsung.
Namun dengan pendekatan taktikal, motivasi pemain, serta kemampuan membaca permainan, JU tetap mampu tampil kompetitif dan menjadi salah satu tim yang diperhitungkan.
Sejumlah klub dari berbagai daerah dikabarkan mulai melakukan komunikasi dan penjajakan untuk merekrut dan mengamankan jasa Hasnan Sungkar.
Sosoknya dinilai memiliki karakter pelatih modern yang mampu bekerja dalam tekanan, membangun mental bertanding pemain, serta memaksimalkan potensi tim dengan keterbatasan yang ada.
“Saat ini ada beberapa tim yang sudah menghubungi saya, tapi baru sebatas penjajakan dan pengenalan. Ada yang menawarkan untuk menjadi head coach, technical advisor, maupun head development. Baik dari Jawa dan luar Jawa. Kita lihat kedepan seperti apa,” ujar hasnan saat ditanyai awak media.
Sementara itu, salah satu pengamat sepak bola Indonesia juga menilai Hasnan memiliki kualitas mental management yang baik.
“Hasnan mampu membuat pemain percaya diri meski situasi tim tidak ideal. Itu menunjukkan kualitas coaching, leadership, dan mental management yang baik. Karakter seperti ini dibutuhkan banyak klub saat ini,” ungkapnya.
Dengan reputasi serta karakter kepelatihan yang dikenal adaptif dan kompetitif, Hasnan Sungkar dipandang sebagai salah satu nama pelatih muda yang patut diperhitungkan dalam peta perkembangan sepakbola Indonesia ke depan. (*)
Editor : Tri Wahyu Cahyono