RADARSOLO.COM – Pelatih kepala Persis Solo, Milomir Seslija menegaskan timnya belum menyerah dalam upaya mempertahankan tempat di Super League 2025/2026 setelah meraih kemenangan atas Dewa United FC, Sabtu (16/5/2026).
Kemenangan atas Dewa United disebutnya sebagai bukti bahwa Laskar Sambernyawa masih memiliki semangat untuk bertarung hingga pekan terakhir kompetisi.
Pelatih yang akrab disapa Milo itu mengakui pertandingan berlangsung sangat sulit. Namun, dia merasa timnya mendapat kekuatan tambahan berkat dukungan penuh suporter yang memadati Stadion Manahan.
"Ini adalah pertandingan yang sangat sulit, tetapi sangat sulit bagi kami untuk kalah ketika kami mendapat dukungan dari para penggemar," ujar Milo dalam konferensi pers seusai pertandingan.
Dia memberikan apresiasi tinggi kepada para suporter yang terus memberikan dukungan sepanjang 90 menit laga.
Menurut Milo, atmosfer yang diciptakan suporter menjadi salah satu faktor utama yang mendorong para pemain tampil dengan motivasi berlipat.
"Selamat yang sebesar-besarnya kepada para penggemar. Selama 90 menit mereka memberi kami motivasi dan energi ekstra untuk memenangkan pertandingan," ungkapnya.
Baca Juga: Pasoepati Minta Maaf soal Flare di Manahan, Sebut Aksi Dipicu Ajakan Media Sosial
Selain memuji suporter, Milo juga memberikan penghargaan besar kepada para pemain yang dinilainya menunjukkan disiplin taktis luar biasa saat menghadapi salah satu tim terkuat di kompetisi.
Bahkan, Milo menyebut Dewa United sebagai salah satu, bahkan mungkin tim terbaik di liga jika dilihat dari kedalaman skuad yang dipenuhi pemain berkualitas, termasuk sejumlah pemain tim nasional Indonesia.
"Selamat yang tinggi untuk anak-anak yang tampil disiplin. Kami bermain melawan salah satu tim terbaik di liga, bahkan mungkin tim terbaik jika melihat daftar pemain mereka. Mereka fantastis dan memiliki segalanya," ujarnya.
Meski menghadapi lawan dengan materi pemain mewah, Persis mampu tampil solid berkat semangat, determinasi, dan kebersamaan yang kuat antara pemain dan suporter.
Milo juga mengungkapkan bahwa gol kemenangan Persis tidak lahir dari skema utama yang disiapkan untuk mengeksploitasi kelemahan Dewa United dalam transisi setelah kehilangan bola.
Meski demikian, gol Luka Dumancic bukanlah hasil keberuntungan. Gol tersebut merupakan buah dari latihan berulang yang dilakukan timnya dalam sesi latihan.
"Kami tahu kelemahan Dewa adalah transisi setelah kehilangan bola. Kami tidak mendapatkan gol dari situ, tetapi setidaknya kami mencetak gol dari apa yang kami latih berkali-kali di sesi latihan," jelasnya.
Kini, Persis Solo menatap laga terakhir melawan Persita Tangerang dengan optimisme tinggi. Laskar Sambernyawa wajib meraih kemenangan sambil berharap hasil pertandingan Madura United FC berpihak agar tetap bertahan di Super League musim depan. (nik)
Editor : Niko auglandy