Persis Solo U-16 harus puas finis sebagai peringkat kedua usai kalah dramatis dari Persik Kediri U-16 di partai final melalui babak adu penalti.
Dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion Garudayaksa, Sabtu (16/5/2026), Sambernyawa Muda tampil penuh semangat dan mampu mengimbangi permainan lawan hingga skor 1-1 bertahan sampai waktu normal berakhir. Namun dalam drama adu penalti, Persis Solo U16 harus menyerah tipis dengan skor 5-4.
Baca Juga: Arsenal Akhiri Kutukan 22 Tahun, Liga Inggris Kembali ke London Utara
Meski gagal membawa pulang trofi juara, pencapaian tim muda Persis tetap mendapat apresiasi besar. Di tengah situasi sulit yang dialami tim senior, performa akademi justru menjadi secercah harapan untuk masa depan klub.
Tak hanya sukses di level tim, Akademi Persis Solo juga memborong penghargaan individu dalam kompetisi EPA musim ini.
Dua penjaga gawang muda mereka, Dhanet Andhika Bhayangkara dari Persis Solo U-18 dan Erdeva Aulia Egon dari Persis Solo U-16, dinobatkan sebagai kiper terbaik Elite Pro Academy 2025/2026.
Baca Juga: Barcelona Kehilangan Legenda! Lewandowski Ucap Salam Perpisahan Mengharukan
Sementara itu, pelatih kepala Persis Solo U-16, Imam Rohmawan, turut meraih penghargaan sebagai pelatih terbaik dari operator kompetisi I.League.
Direktur Teknik Akademi Persis Solo Rasiman mengaku, bangga dengan capaian yang diraih Sambernyawa Muda musim ini. Menurutnya, keberhasilan tersebut membuktikan bahwa pembinaan di Akademi Persis Solo tidak hanya fokus pada pengembangan pemain, tetapi juga kualitas pelatih.
“Tentu empat gelar ini cukup membanggakan, dan banyaknya individu yang menjadi pemain dan pelatih terbaik ini sangat bagus. Ini menunjukkan bahwa kita juga melakukan development tidak hanya pemain tapi pelatih,” ujar Rasiman, Selasa (19/5/2026).
Baca Juga: Masa Depan Belum Jelas, Milo Pilih Fokus Selamatkan Persis Solo di Liga 1
Ia juga memberikan apresiasi kepada seluruh tim pelatih, pemain, dan manajemen klub yang telah memberikan dukungan penuh sepanjang musim.
Menurut Rasiman, hasil EPA musim ini menjadi fondasi penting untuk membangun kekuatan Persis Solo di masa depan.
Akademi bahkan disebut sudah memulai persiapan lebih awal untuk menghadapi musim 2026/2027.
“Tentu musim mendatang tantangan akan jauh lebih keras lagi, tapi kita akan mulai bekerja lebih cepat karena kita tidak berhenti latihan,” jelasnya.
Baca Juga: Persita Tangerang vs Persis Solo Tanpa Penonton, Suporter Murka: “Misi Selamatkan Solo?”
Selain itu, banyaknya pemain Akademi Persis Solo yang mulai mendapat panggilan Tim Nasional kelompok umur disebut menjadi investasi jangka panjang bagi klub.
“Dan banyaknya pemain-pemain kita yang dipanggil tim nasional baik dari U-16, U-18 dan U-20 juga menunjukkan investasi jangka panjang Akademi untuk tim utama Persis Solo. Tentu ini akan menjadi backbone di masa yang akan datang,” tandas Rasiman. (nik)
Editor : Niko auglandy