Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Eks Pemain Persis Solo Soroti Degradasinya Laskar Sambernyawa: Jangan Abaikan Talenta Lokal

Hernindya Jalu Aditya Mahardika • Jumat, 29 Mei 2026 | 16:07 WIB
Persis Solo resmi degradasi meski menang lawan Persita Tangerang. (JawaPos.com)
Persis Solo resmi degradasi meski menang lawan Persita Tangerang. (JawaPos.com)

RADARSOLO.COM - Keterpurukan Persis Solo yang harus menerima kenyataan pahit turun ke kasta Liga 2 menularkan banyak kesedihan di kalangan pecinta sepak bola di Solo Raya. Salah satu sosok yang turut prihatin dengan keadaan klub berjuluk Laskar Sambernyawa tersebut adalah Dwi Joko Prihatin. 

Mantan bek Persis Solo musim 2013-2014 tersebut mengaku prihatin melihat klub kebanggaan masyarakat Kota Bengawan harus turun kasta. 

Menurutnya, Persis merupakan bagian penting dari identitas sepak bola Solo yang memiliki sejarah panjang dan basis suporter besar.

“Sebagai warga Solo dan pernah jadi bagian tim Persis Solo, cukup sedih juga melihat tahun ini Persis Solo harus terdegradasi,” ujar Dwi Joko kepada Jawa Pos Radar Solo, Kamis (28/5/2026). 

Baca Juga: Bek Persis Solo Andrei Alba Curhat Mengaku Menyesal

Dwi Joko Prihatin bukan sosok yang asing untuk publik sepak bola di Indonesia. saat masih jadi pemain, dia sempat membela banyak klub besar. Seperti Petrokimia Putra, Persita Tangerang, Deltras Sidoarjo, hingga Persiba Balikpapan.

 Jadi secara tidak langsung, pria yang kini jadi pelatih Persiharjo Sukoharjo di Liga 4 tersebut juga menyadari bahwa persaingan di Liga Indonesia, khususnya Liga 1 memang sangatlah berat. Punya skuad mumpuni dan berkualitas saja tidaklah cukup.

Baca Juga: Bursa Transfer Liga 4 Nasional: Eks Persis Solo, Persita Tangerang dan PSIS Semarang Pulang ke Persebi Boyolali  

Sebagai eks pemain yang pernah merasakan atmosfer Stadion Manahan waktu dulu, Dwi Joko juga menilai degradasi ini menjadi pukulan berat bagi perkembangan sepak bola di wilayah Solo Raya. Apalagi Persis dalam beberapa tahun terakhir sempat mendapat sorotan besar setelah promosi ke kasta tertinggi.

Persis Solo sendiri sempat bangkit setelah diakuisisi oleh Kaesang Pangarep, Kevin Nugroho, dan Erick Thohir pada 2021. Klub berjuluk Laskar Sambernyawa itu kemudian berhasil menjuarai Liga 2 pada 30 Desember 2021 dan kembali ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia.

Namun perjalanan musim ini tidak berjalan sesuai harapan. Buruknya manajemen dan kesalahan dalam pembelian pemain serta penunjukkan pelatih di paruh pertama akhirnya membuat nasib Persis terdegradasi meski sempat memiliki peluang bertahan di paruh kedua musim 2025/2026.

Meski demikian, Dwi Joko berharap situasi tersebut tidak membuat Persis kehilangan arah. Dia optimistis Persis mampu segera bangkit dan kembali ke Liga 1 dalam waktu dekat.

“Tentu harapan kami segera balik lagi ke Liga 1,” lanjutnya.

Sebagai pelatih dan pembina akademi PFA yang mengembangkan pemain usia dini, Dwi Joko juga menilai Persis dalam beberapa tahun terakhir sukses mengorbitkan banyak pemain potensial.

Salah satunya lewat program Persis Youth yang terjun di ajang Elite Pro Academy. Alumnus PFA yang sempat menempa diri di Persis Youth dan kiri sukses menembus skuad Liga 1 adalah Rifqi Ray, yang kini membela Persik Kediri.

Dwi Joko juga berharap Persis tidak hanya fokus membangun kekuatan tim semata, tetapi juga mampu menjadi wadah bagi pemain-pemain potensial asal Solo Raya untuk berkembang ke level profesional.

Baca Juga: Andrei Alba Sentil Akar Masalah Degradasinya Persis Solo, Berikut Penjelasannya

Dwi Joko menilai banyak talenta muda di kawasan Solo Raya yang sebenarnya memiliki kualitas bagus. Namun mereka membutuhkan ruang dan kesempatan agar mampu berkembang lebih jauh.

“Dan kami ingin melihat Persis Solo juga punya andil untuk sepak bola Solo Raya itu sendiri,” katanya.

Menurutnya, kontribusi tersebut bisa diwujudkan dengan memberi kesempatan lebih besar kepada pemain lokal yang memiliki prospek dan kemampuan untuk bersaing di level kompetisi nasional.

“Andilnya bagaimana? Ya memberikan kesempatan kepada pemain-pemain yang punya prospek, yang punya kemampuan untuk bisa memperkuat tim Solo,” tegasnya.

Baca Juga: Perjudian Transfer Pemain Persis Solo Gagal, Milo: Perubahan Datang Terlambat

Kini publik Solo tentu berharap Persis Solo mampu segera melakukan evaluasi menyeluruh agar dapat kembali bangkit. Dengan sejarah besar, dukungan suporter fanatik, dan potensi pemain muda yang melimpah, Laskar Sambernyawa diharapkan tidak terlalu lama berada di luar kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia. (hj/nik)

Editor : Niko auglandy
#Dwi Joko #liga 4 #persis solo #liga 1 #persiharjo