RADARSOLO.COM – Kegagalan Persis Solo mempertahankan tempat di kompetisi BRI Super League musim depan meninggalkan kekecewaan mendalam bagi seluruh elemen tim. Salah satu yang paling merasakan hal tersebut adalah playmaker asal Brasil, Dimitri Lima.
Pemain yang menjadi motor serangan Laskar Sambernyawa sepanjang musim itu mengaku sedih setelah Persis dipastikan turun kasta. Meski demikian, dia tetap berusaha melihat situasi tersebut secara positif.
Dimitri Lima menyadari bahwa target utama tim sejak awal musim adalah bertahan di kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia. Namun, hasil akhir tidak berpihak kepada Laskar Sambernyawa.
"Sayangnya kami tidak berhasil mencapai tujuan, yaitu bertahan di BRI Super League. Tapi saya percaya bahwa klub ini akan kembali ke tempat yang layak," ujar Lima dalam rilis resmi I League, Minggu (31/5/2026).
Pernyataan tersebut menunjukkan keyakinan pemain berusia 29 tahun itu terhadap masa depan Persis. Menurutnya, klub dengan sejarah panjang dan basis suporter besar seperti Persis memiliki kapasitas untuk segera bangkit.
Sepanjang musim, Lima menjadi salah satu pemain yang konsisten menunjukkan performa positif di lini tengah. Dia mengaku telah mengerahkan seluruh kemampuan yang dimiliki demi membantu tim keluar dari situasi sulit.
Lima menegaskan bahwa dirinya selalu berusaha memberikan kontribusi terbaik setiap kali mendapat kesempatan bermain. Ia juga terus menuntut dirinya untuk berkembang dari pertandingan ke pertandingan.
"Saya sudah bekerja sangat keras, saya juga menuntut diri sendiri agar bisa selalu dapat tampil lebih baik di setiap pertandingan," katanya.
Meski harus mengakhiri musim dengan kenyataan pahit berupa degradasi, Lima tetap mengapresiasi perjuangan yang telah ditunjukkan oleh seluruh anggota tim selama kompetisi berlangsung.
Menurutnya, Persis masih mampu menampilkan performa yang baik hingga pertandingan terakhir musim ini. Bahkan, Laskar Sambernyawa berhasil menutup kompetisi dengan kemenangan.
"Saya senang dengan penampilan tim dan kami berhasil menang di pertandingan terakhir, tapi sayangnya saya sedih karena harus degradasi," ungkapnya.
Di tengah rasa kecewa yang dirasakan, Lima juga menyampaikan apresiasi kepada para pendukung Persis yang terus memberikan dukungan tanpa henti sepanjang musim. Dukungan tersebut menjadi salah satu faktor yang membuat para pemain terus berjuang di lapangan.
"Saya ingin berterima kasih kepada para suporter atas dukungan dan semua kasih sayang yang luar biasa selama satu musim ini," tutup Lima.
Dimitri Lima didatangkan Persis Solo pada bursa transfer paruh musim Super League 2025/2026 dari Hwaseong FC. Kehadiran gelandang kreatif tersebut diharapkan mampu membantu Laskar Sambernyawa keluar dari zona degradasi.
Selama berseragam Persis, Lima tampil cukup impresif. Dalam 15 pertandingan, ia mampu menyumbangkan tiga gol dan empat assist, sekaligus menjadi salah satu pemain paling berpengaruh di lini tengah tim.
Namun, performa apiknya belum cukup untuk menyelamatkan Persis dari degradasi. Meski tampil meyakinkan sejak kedatangannya, masa depan Lima bersama Laskar Sambernyawa masih belum menemui kejelasan seiring belum pastinya regulasi penggunaan pemain asing di Liga 2 musim depan. (Hj/nik)
Editor : Niko auglandy