RADARSOLO.COM - Tingginya tensi pertandingan antara Persebi Boyolali melawan Persika 1951 Karawang pada laga kedua Grup I Liga 4 Nasional Piala Presiden 2025/2026 menjadi sorotan tersendiri bagi tim pelatih Laskar Pandanarang.
Dalam pertandingan yang digelar di Stadion Kebo Giro, Boyolali, Rabu (3/6/2026), sejumlah pemain Persebi beberapa kali terlihat terpancing emosi saat duel berlangsung keras sejak menit awal.
Atmosfer pertandingan memang berlangsung panas. Adu fisik dan duel ketat di berbagai lini membuat laga berjalan dalam tensi tinggi hingga peluit panjang dibunyikan.
Baca Juga: Jadwal Laga Hidup Mati Liga 4 Piala Presiden Hari Ini, 5 Juni:
Pelatih Persebi Boyolali Indriyanto Nugroho mengakui anak asuhnya sempat kehilangan kontrol emosi dalam beberapa momen penting pertandingan.
Namun, mantan striker Timnas Indonesia itu masih memaklumi situasi tersebut karena mayoritas pemain Persebi masih berusia muda dan minim pengalaman di laga penuh tekanan.
“Ya ini sepak bola, kita juga nggak bisa kontrol penuh. Mereka masih muda-muda. Terpancing emosi itu wajar,” ujar Indriyanto seusai pertandingan.
Baca Juga: Bursa Transfer Liga 1: Persija Jakarta Rompak Skuad! 7 Pemain Asing Resmi Hengkang
Meski begitu, Indriyanto berharap para pemain bisa belajar banyak dari pertandingan tersebut. Menurutnya, kemampuan mengendalikan emosi menjadi faktor penting agar permainan tim tetap stabil di tengah tekanan pertandingan.
“Saya berharap setelah ini mereka bisa belajar untuk lebih adem main bolanya. Main dengan otak, main dengan hati, ya insyaallah pertandingan akan berjalan dengan baik,” lanjutnya.
Indriyanto menilai kualitas teknik pemain tidak akan maksimal jika emosi terlalu mudah terpancing. Kehilangan fokus akibat provokasi lawan disebut bisa memengaruhi jalannya pertandingan secara keseluruhan.
Hal senada juga diungkapkan pemain Persebi Boyolali, Joko Pur. Pencetak gol penyama kedudukan tersebut mengakui permainan Persika Karawang memang cukup cerdik dalam membangun tensi pertandingan.
Menurutnya, beberapa pemain Persika berhasil memancing reaksi pemain Persebi sehingga fokus tim sempat terganggu di tengah laga.
“Mungkin dari teman-teman itu terpancing. Mereka sangat pinter sekali buat mancing kita emosi, jadi kita kurang fokus di pertandingan,” kata Joko.
Situasi tersebut membuat Persebi gagal menampilkan performa terbaiknya. Emosi yang tidak terkendali membuat konsentrasi pemain pecah dan berdampak terhadap permainan tim secara keseluruhan.
“Jadi banyak yang emosi, di luar kontrol. Untuk permainan ya sangat tidak diharapkan sih untuk hasil ini, tapi alhamdulillah,” lanjutnya.
Meski gagal meraih kemenangan, Joko memastikan seluruh pemain akan segera bangkit dan fokus menghadapi pertandingan terakhir fase grup. Ia optimistis Persebi mampu memperbaiki kekurangan dan meraih hasil maksimal pada laga berikutnya.
“Nanti besok pertandingan insyaallah tiga poin,” tegasnya.
Evaluasi terkait aspek mental dan pengendalian emosi dipastikan menjadi salah satu fokus utama tim pelatih dalam persiapan menghadapi laga penentuan.
Persebi Boyolali membutuhkan hasil maksimal untuk menjaga peluang lolos ke babak selanjutnya sekaligus membuktikan mampu tampil lebih tenang dalam pertandingan penuh tekanan. (nik)
Editor : Niko auglandy