Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Finishing Masih Jadi PR, Persebi Boyolali Siap Menatap 32 Besar Liga 4 Piala Presiden

Hernindya Jalu Aditya Mahardika • Senin, 8 Juni 2026 | 18:02 WIB
Skuad Persebi Boyolali yang terjun di ajang Liga 4 Nasional  2026. (TIM MEDIA PERSEBI BOYOLALI)
Skuad Persebi Boyolali yang terjun di ajang Liga 4 Nasional 2026. (TIM MEDIA PERSEBI BOYOLALI)

RADARSOLO.COM – Persebi Boyolali lolos ke babak 32 besar Liga 4 Nasional Piala Presiden 2026. Laskar Pandanarang akan menantang Wamena United, Celebest FC Palu, dan Persada Sumba Barat Daya di grup U.

Kesuksesan lolos dari babak 64 besar, ternyata memunculkan banyak catatan. Tim kepelatihan menegaskan hasil di laga sebelumnya belum membuat tim pelatih berpuas diri. Seperti kita ketahui, Persebi lolos usai tak terkalaHkan di babak 64 besar. Setelah menjalani dua kemenangan kontra Persipani Paniai (1-0) dan Persindra Indramayu (3-0). Ditambah ditahan imbang Persika 1951 Karawang 1-1.

Baca Juga: Main Di Mana Persebi Boyolali dan Persiharjo Sukoharjo?, Ini Pembagian Grup 32 Besar Liga 4 Nasional Piala Presiden 2026: Grup Neraka Tercipta di Fase Menegangkan

Salah satu evaluasi utama datang dari sektor penyelesaian akhir. Dalam laga terakhir melawan Persindra Indramayu di Stadion Kebo Giro Boyolali, Sabtu (6/6/2026), Laskar Pandan Arang mampu menciptakan sejumlah peluang berbahaya. Namun, banyaknya peluang tersebut belum berbanding lurus dengan jumlah gol yang berhasil dicetak. Beberapa kesempatan emas justru terbuang sia-sia di depan gawang lawan.

Baca Juga: Ini Pembagian Grup Babak 32 Besar Liga 4 Piala Presiden 2026: Persak Kebumen, Persebi Boyolali, Persiharjo Sukoharjo, Persibangga Purbalingga, dan Persid Jember Dapat Lawan Berat

Kondisi itu turut menjadi perhatian penyerang Persebi, Rizki Kurniawan. Menurutnya, persoalan utama tim bukan terletak pada proses membangun serangan, melainkan saat memasuki fase akhir penyelesaian peluang.

Dia menilai para pemain masih kurang tenang ketika berada di depan gawang lawan. Akibatnya, peluang yang seharusnya bisa dikonversi menjadi gol justru berakhir gagal.

 "Ya sebetulnya kita kurang tenang aja sih di depan gawang, itu aja," ujar Rizki kepada media.

Baca Juga: Hasil Lengkap dan Klasemen Akhir 64 Besar Liga 4 Grup I-P Hari Ini: Persiharjo, Persebi Hoyolali, Persak Kebumen, Persepam Pamekasan, hingga Celebest FC Lega

Pemain depan Persebi tersebut berharap aspek ketenangan dalam penyelesaian akhir bisa terus diasah dalam sesi latihan menjelang pertandingan berikutnya.

Menurutnya, peningkatan kualitas finishing menjadi salah satu kebutuhan mendesak apabila Persebi ingin berbicara lebih jauh di kompetisi nasional musim ini.

"Lebih tenang lagi mungkin pertandingan ke depan untuk kita lebih diasah lagi dan kita mungkin lebih banyak finishing lagi untuk menatap pertandingan berikutnya. Memang kendalanya adalah di finishing," lanjutnya.

Hal senada disampaikan pelatih Persebi, Indriyanto Nugroho. Mantan striker timnas Indonesia itu mengungkapkan bahwa materi latihan penyelesaian akhir sebenarnya sudah rutin diberikan kepada para pemain sejak awal kompetisi.

Meski demikian, dia mengakui situasi pertandingan sering kali berbeda dengan latihan. Faktor tekanan dan rasa gugup kerap memengaruhi keputusan pemain ketika mendapatkan peluang emas.

"Karena selama ini dari awal pun kita sudah ngajarin mereka finishing, tapi ya itu tadi, di sepak bola kita tidak bisa. Kadang gawang sudah kosong tapi namanya kita nervous bisa saja terjadi," katanya.

Baca Juga: Rizki Kurniawan Jadi Pahlawan, Persebi Boyolali Singkirkan Persindra Indramayu: Tiket ke 22 Besar Liga 4 Piala Presiden dalam Genggaman

Karena itu, Indriyanto memastikan tim pelatih akan memanfaatkan waktu yang tersisa untuk memperbaiki persoalan tersebut. Selain menjalani pemulihan fisik, para pemain juga akan mendapat porsi latihan finishing yang lebih banyak.

Dengan jadwal yang cukup padat, Persebi hanya memiliki waktu sekitar dua hari untuk melakukan recovery sebelum kembali menjalani pertandingan di babak 32 besar.

Selain memperbaiki efektivitas lini depan, Persebi juga menyiapkan sejumlah strategi lain untuk menghadapi lawan-lawan berikutnya. Salah satunya adalah memaksimalkan situasi bola mati yang berpotensi menjadi pembeda dalam pertandingan.

Saat ditanya mengenai kemungkinan mengandalkan skema set piece, Indriyanto memberikan sinyal bahwa timnya telah menyiapkan senjata khusus yang belum sepenuhnya diperlihatkan pada fase grup.

"Pastinya kita punya senjata, tapi ya itulah nanti di pertandingan selanjutnya senjata itu akan kita gunakan," tandasnya. (hj/nik)

 

Editor : Niko auglandy
#liga 4 #Persebi Boyolali #celebest fc