SSB Madya Pemda yang memiliki sejarah pernah mendapat dukungan dari Pemkot Solo, Astrid pun ingin melihat secara langsung aktivitas pembinaan yang berlangsung di lapangan.
Saat menyaksikan latihan, Astrid mengaku terkesan dengan tingginya antusiasme anak-anak mengikuti latihan sepak bola. Tidak hanya siswa laki-laki, sejumlah pesepak bola putri usia dini juga tampak aktif berlatih bersama.
Baca Juga: Cabo Verde Berani Tantang Lionel Messi: Insya Allah Kami Kalahkan Argentina di Piala Dunia
Menurutnya, fenomena tersebut menjadi sinyal positif bahwa olahraga mulai menjadi pilihan kegiatan anak-anak di tengah maraknya penggunaan gawai. Dia menilai aktivitas olahraga seperti sepak bola mampu mendukung upaya membangun masyarakat yang lebih sehat.
"Menjadi perhatian khusus untuk saya melihat banyak minat anak-anak yang ini saya nilai sangat positif. Tidak hanya bermain gadget, tetapi juga banyak yang berolahraga. Dan ini merupakan bagian dari visi Kota Surakarta dalam membangun masyarakat yang lebih sehat," ujar Astrid pada rekan-rekan media.
Astrid juga melihat potensi besar yang dimiliki pesepak bola putri Kota Solo. Pengalaman mengawal penyelenggaraan Liga Putri tingkat SD selama dua tahun terakhir membuatnya mengetahui bahwa daerah ini memiliki banyak bibit berbakat.
Bahkan, dari kompetisi tersebut sudah ada pemain yang berhasil menembus Tim Nasional Putri. Hal itu menjadi bukti bahwa pembinaan sepak bola putri di Solo memiliki fondasi yang cukup baik untuk terus dikembangkan.
"Saya melihat banyak bakat-bakat dari anak Solo, khususnya putri juga, karena sudah diselenggarakan kompetisi turnamen Liga Putri tingkat SD pada waktu itu selama dua tahun berturut-turut. Dan saya mengawal juga di kegiatan tersebut dua tahun terakhir. Bahkan ada anak-anak yang masuk ke Timnas Putri," tuturnya.
Banyaknya bakat-bakat pesepakbola muda membuat Astrid ingin memastikan Pemkot Solo akan memberikan perhatian terhadap pembinaan usia dini. Salah satunya melalui program-program yang telah dijalankan Dinas Pemuda dan Olahraga.
Astrid menambahkan, pengembangan olahraga juga sejalan dengan visi Kota Surakarta sebagai pusat sport tourism dan wellness tourism. Pembinaan atlet sejak usia dini dinilai menjadi bagian penting dalam mewujudkan ekosistem olahraga yang berkelanjutan.
Kalau dari sisi Pemkot, Astrid menjelaskan tentu akan sangat memperhatikan perkembangan potensinya, salah satunya yang sudah mulai ditempa di sekolah khusus olahraga.
"Kami juga ada beberapa program prioritas dari dinas pemuda dan olahraga juga. Belum nanti kami berbicara tentang visi Kota Solo sebagai pusat dari sport tourism, wellness tourism. Ini semua berkaitan dengan kebugaran, kesehatan. Jadi saya lihat banyak yang bisa dikembangkan mulai dari anak-anak, dan perkembangan sepak bola usia dini ini perlu menjadi perhatian khusus," jelasnya.
Baca Juga: Michael Olise Samai Rekor Diego Maradona, Tinggal Selangkah Pecahkan Rekor Pele di Piala Dunia
Secara pribadi, Astrid juga menyatakan siap mendorong pengembangan sepak bola putri di Kota Solo. Menurutnya, cabang olahraga tersebut memiliki potensi besar untuk berkembang sekaligus menjadi bagian dari industri olahraga di masa depan.
Selain peningkatan kemampuan teknis, dia menilai latihan sepak bola juga menjadi sarana membangun karakter anak. Mentalitas, disiplin, kerja sama, hingga sikap saling menghargai dinilai dapat terbentuk melalui proses latihan sejak usia dini.
"Kita berbicara pengembangan karakter dan pembangunan attitude. Pengembangan karakter ini dimulai tidak hanya di sekolah, tapi juga di lapangan seperti ini. Penting sekali," tegasnya.
Astrid pun berharap Kota Solo ke depan memiliki tim sepak bola putri usia dini yang mampu menjadi kebanggaan daerah. Harapan tersebut akan diiringi dengan peningkatan sarana dan prasarana olahraga secara bertahap.
Ia menyebut Lapangan Jajar yang menjadi lokasi latihan SSB Madya Pemda telah masuk dalam rencana pengembangan pemerintah. Revitalisasi kawasan, termasuk pembangunan jogging track serta pembenahan fasilitas olahraga, akan menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas ruang olahraga bagi masyarakat.
"Lapangan Jajar sudah masuk rencana pembangunan jogging track dan revitalisasi sarana prasarana. Jadi tetap akan dikembangkan ke depan," pungkas Astrid. (hj/nik)
Editor : Niko auglandy