Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Gaya Hidup Photo

Alumni PFA Sukoharjo Tembus Timnas, Bukan Sebagai Pemain!

Hernindya Jalu Aditya Mahardika • Kamis, 16 Juli 2026 | 11:15 WIB
BERSIAP: PFA Sukoharjo saat berlatih jelang laga Piala Soeratin U-15 Putaran Nasional di Solo.
BERSIAP: PFA Sukoharjo saat berlatih jelang laga Piala Soeratin U-15 Putaran Nasional di Solo.

RADARSOLO.COM – Pandawa Football Academy (PFA) Sukoharjo kembali membuktikan diri sebagai salah satu akademi sepak bola terbaik di Solo Raya. Tak hanya konsisten melahirkan pemain berbakat, akademi besutan mantan pemain Persis Solo, Dwi Joko Prihatin, itu juga sukses mencetak pelatih muda yang kini menembus level Tim Nasional Indonesia.

Selama ini, PFA Sukoharjo dikenal sebagai tempat lahirnya sejumlah pesepak bola potensial. Salah satu alumninya adalah Alfriyanto Nico, yang kini telah berkarier di level profesional. Selain itu, ada pula nama-nama seperti Ahmad Mujadid, Erdeva Aulia Egon, dan Dzaky Muhammad Azfar yang pernah memperkuat Timnas Indonesia kelompok usia.

Baca Juga: Update Bursa Transfer Liga 1, Per Hari Ini: PSS Sleman, Persija Jakarta, Bali United dan Madura United Tambah Amunisi Baru, Persuta Tangerang Banyak Pertahankan Pemain Asingnya

Namun, kiprah PFA ternyata tak berhenti pada pembinaan pemain. Akademi tersebut kini juga menuai hasil dari pembinaan sumber daya manusia di bidang kepelatihan.

Salah satu buktinya adalah Taufik Nur Hidayat, pelatih muda PFA yang kini dipercaya menjadi video analis Timnas Indonesia U-17 dalam jajaran staf pelatih David Nascimento.

Taufik mengaku perjalanan kariernya tidak lepas dari dukungan penuh PFA Sukoharjo. Menurutnya, akademi tersebut memberikan ruang untuk belajar, bereksperimen, sekaligus mengembangkan berbagai metode latihan.

"Saya semakin fokus di dunia kepelatihan berkat dukungan dari PFA sendiri. Melalui PFA Sukoharjo, saya seperti memiliki laboratorium sendiri untuk melakukan penelitian trial and error beberapa metode pelatihan. Saya belajar banyak di situ," ujarnya.

Baca Juga: Elkan Baggott Buka Lembaran Baru, Ipswich Town Lepas dengan Penuh Penghormatan

Dari proses tersebut, ketertarikannya terhadap dunia video analisis mulai tumbuh. Ia kemudian mendalami bidang tersebut hingga akhirnya bertemu dengan salah satu staf pelatih Timnas U-17, Tommy Hariyanto.

Kesempatan bergabung dengan Timnas sebenarnya sempat datang lebih awal. Namun, Founder PFA Sukoharjo, Dwi Joko Prihatin, memilih meminta Taufik menuntaskan pendidikan kuliahnya terlebih dahulu.

Menurut Dwi Joko, pondasi akademis sangat penting sebelum seseorang benar-benar terjun ke dunia profesional.

"Kita belum mengizinkan dia keluar karena semuanya harus step by step. Dia kuliah di Olahraga UNS, ya selesaikan dulu pondasi keilmuan tentang olahraga itu, baru ambil langkah berikutnya," tegas Dwi Joko.

Dia menilai banyak anak muda gagal berkembang karena terburu-buru mengejar karier tanpa menyelesaikan pendidikan.

Selain menanamkan pentingnya pendidikan, PFA juga memberikan kebebasan kepada pelatih muda untuk berinovasi mengikuti perkembangan sepak bola modern.

"Ilmu kepelatihan sepak bola adalah ilmu yang selalu berkembang. Jadi di PFA kita membuka ruang yang cukup luas untuk pelatih-pelatih muda menuangkan ide-ide mereka tentang sepak bola," jelasnya.

Baca Juga: Epic Comeback! Argentina Bungkam Inggris, Final Lawan Spanyol Resmi Tersaji di Piala Dunia 2026

Kini, setelah berhasil menjadi bagian dari Timnas Indonesia U-17, Dwi Joko berharap Taufik tidak cepat puas.

Baginya, pencapaian tersebut hanyalah langkah awal menuju karier yang lebih besar.

"Jangan anggap ini adalah pencapaian puncak. Ini baru langkah yang kamu capai dan kamu bisa melangkah lebih jauh lagi," Tuturnya. 

Baca Juga: Resmi! Elkan Baggott Gabung Millwall FC, Teken Kontrak Jangka Panjang: Tinggalkan Ipswich Town, Langsung Terbang ke Spanyol

Dia juga berharap keberhasilan Taufik mampu memotivasi para pelatih muda lain di PFA Sukoharjo bahwa dunia sepak bola tidak hanya menyediakan jalan menjadi pemain profesional, tetapi juga membuka peluang besar di bidang kepelatihan, analisis pertandingan, hingga sport science. (hj/nik) 

Editor : Niko auglandy
Timnas U-17 sepak bola pfa