RADARSOLO.COM – Kebersamaan I Gede Aditya dengan Persis Solo resmi berakhir menjelang bergulirnya Liga 2 Championship 2026/2027. Setelah lima musim membela Laskar Sambernyawa, penjaga gawang asal Bali itu memilih melanjutkan karier bersama salah satu klub Liga 2 asal Sumatra demi mendapatkan kesempatan bermain yang lebih besar.
Keputusan tersebut diumumkan langsung oleh Gede Aditya melalui akun Instagram pribadinya, Kamis (16/7). Dalam unggahannya, ia menyampaikan salam perpisahan sekaligus mengucapkan terima kasih kepada seluruh keluarga besar Persis Solo.
"Terima kasih untuk lima tahun yang penuh cerita. Banyak pelajaran, pengalaman, tawa, dan kenangan yang akan selalu saya bawa ke mana pun langkah saya selanjutnya. Tempat ini sudah seperti rumah bagi saya, dan semua orang yang pernah menjadi bagian di dalamnya akan selalu punya tempat spesial di hati saya," tulis Gede.
Dia menegaskan, meski perjalanannya bersama Persis telah berakhir, seluruh kenangan selama mengenakan jersey Laskar Sambernyawa akan selalu menjadi bagian penting dalam perjalanan kariernya.
"Terima kasih untuk semuanya. Perjalanan ini mungkin sudah selesai, tapi kenangannya tidak akan pernah saya lupakan. Sampai jumpa di lain waktu, saya pamit," lanjutnya.
Di balik keputusannya hengkang, terungkap bahwa Persis sebenarnya masih ingin mempertahankan sang pemain. Owner Don Badres Management, Muhammad Badres, mengungkapkan manajemen bahkan telah memperpanjang kontrak Gede Aditya.
Namun situasi berubah setelah Persis merekrut dua penjaga gawang senior, yakni Teguh Amiruddin dan Mario Londok. Kehadiran dua kiper berpengalaman tersebut membuat peluang Gede Aditya untuk mendapatkan menit bermain diperkirakan semakin kecil.
"Jadi gini, sebenarnya Gede itu diperpanjang. Tapi dengan kualitas kiper yang didatangkan, peluang bermainnya tentu berat. Karena Persis mendatangkan dua kiper senior yang sarat pengalaman," ujar Muhammad Badres kepada Jawa Pos Radar Solo, Jumat (17/7).
Baca Juga: Update Bursa Transfer Borneo FC: 17 Pemain Lama Resmi Dilepas
Melihat kondisi tersebut, pihak pemain dan agen akhirnya sepakat mencari klub yang bisa memberikan kesempatan lebih besar bagi Gede Aditya untuk berkembang. Pilihan pun jatuh kepada salah satu kontestan Liga 2 asal Sumatra.
Menurut Badres, komposisi penjaga gawang di klub tersebut didominasi pemain muda sehingga persaingan dinilai lebih terbuka.
"Nah akhirnya, kami pindah ke tim Liga 2 yang kipernya kiper muda. Jadi ada peluang (buat Gede berpotensi dapat dimainkan). Kami tidak mengatakan pasti main, tapi ada peluang untuk bersaing. Sama-sama Liga 2, tapi kipernya tiga-tiganya anak muda," jelasnya.
Badres menegaskan keputusan itu bukan berarti hubungan Gede Aditya dengan Persis berakhir selamanya. Dia membuka peluang sang pemain kembali ke Kota Bengawan apabila di masa mendatang Persis membutuhkan jasanya.
"Nanti kalau ternyata insyaallah sudah punya menit bermain yang banyak, jika Persis membutuhkan suatu saat akan kembali, karena bagaimanapun Gede Aditya besar di Persis Solo," katanya.
Meski demikian, Badres masih merahasiakan identitas klub baru yang akan dibela Gede Aditya. Dia hanya memastikan kiper muda tersebut tetap akan berkompetisi di Liga 2 Championship 2026/2027 bersama salah satu tim asal Pulau Sumatera.
Ya, jika kita melihat kebelakang. Eks kiper Garuda Select yang sempat berguru di Eropa tersebut pertama kali gabung Persis Youth di musim 2021.
Dia akhirnya dipromosikan ke skuad senior di musim 2022/2023. Sayang dalam beberapa muskm terakhir dia hanya jadi koper ketiga, dan hingga saat ini belum diberikan kesempatan jalani debut dengan Persis Solo di Liga 1. (hj/nik)
Editor : Niko auglandy