RADARSOLO.COM - Rumor striker asing baru terus mengiringi langkah Persis Solo jelang bergulirnya Liga 2 Championship 2026/2027. Kali ini, Laskar Sambernyawa dikaitkan dengan penyerang asal Pantai Gading, Henry Doumbia, yang musim lalu sempat memperkuat Bhayangkara FC pada putaran kedua Super League 2025/2026.
Persis sendiri memang masih menutup rapat identitas pemain asing keduanya musim ini, setelah sebelumnya mengumumkan mendatangkan Juan Mera dari Persiraja Banda Aceh.
Jika benar bergabung, Doumbia bukanlah nama asing di sepak bola Asia.
Karirnya Panjang dan Melanglang Buana
Henri Doumbia merupakan striker berpengalaman asal Pantai Gading yang memiliki rekam jejak cukup panjang di kompetisi Asia.
Penyerang berusia 33 tahun itu saat ini berstatus tanpa klub setelah berpisah dengan Bhayangkara FC pada 1 Juli 2026.
Karier Doumbia banyak dihabiskan di kawasan Asia Barat dan Asia Tenggara. Ia memulai petualangan di Thailand bersama Saraburi FC pada 2015 sebelum berlanjut ke Angthong FC dan Chainat FC. Bersama Chainat FC, ia sukses meraih gelar Thai Second League Champion yang menjadi salah satu pencapaian terbaik dalam kariernya.
Setelah itu, Doumbia melanjutkan karier di sejumlah klub Kuwait seperti Al-Arabi, Al-Fahaheel, Qadsia SC, dan Khaitan SC. Pengalamannya kemudian bertambah saat memperkuat Al-Wehdat SC di Liga Yordania, Emirates Club di Uni Emirat Arab, El Ettihad di Libya, PDRM FC di Malaysia, hingga akhirnya bergabung dengan Bhayangkara FC pada putaran kedua Super League 2025/2026.
Baca Juga: Adu Kelas Kiper Terbaik Dunia Warnai Duel Spanyol vs Argentina dalam Final Ideal Piala Dunia 2026
Dengan tinggi 180 cm dan berposisi sebagai penyerang tengah, Doumbia dikenal sebagai striker yang mengandalkan naluri mencetak gol, pengalaman, serta kemampuan duel di kotak penalti. Pengalamannya bermain di berbagai negara membuatnya memiliki adaptasi yang baik terhadap karakter sepak bola Asia.
Kini, setelah kontraknya bersama Bhayangkara FC berakhir pada awal Juli 2026, Henri Doumbia berstatus bebas transfer sehingga dapat direkrut klub mana pun tanpa biaya transfer.
Pengalaman panjang di Thailand, Kuwait, Yordania, Uni Emirat Arab, Libya, Malaysia, hingga Indonesia menjadi modal besar bagi sang striker untuk kembali melanjutkan kariernya di level kompetitif.
Statistiknya Cukup Memukau
Berdasarkan data Transfermarkt, penyerang kelahiran 11 November 1992 itu memiliki pengalaman panjang berkarier di Thailand, Kuwait, Yordania, Uni Emirat Arab, Libya, Malaysia hingga Indonesia. Ia juga pernah mengantarkan Chainat Hornbill menjadi juara Thai League 2 sebelum melanglang buana ke berbagai kompetisi Asia.
Pada putaran kedua Super League 2025/2026, Doumbia direkrut Bhayangkara FC untuk menambah daya gedor lini depan. Bersama The Guardian, ia tampil dalam 17 pertandingan dan membukukan 8 gol serta 5 assist, catatan yang membuat namanya kembali diminati sejumlah klub Indonesia.
Secara keseluruhan, rekam jejak Doumbia juga cukup menjanjikan. Saat membela Chainat Hornbill di Thailand ia mencatat 15 gol dan 10 assist dari 35 laga. Bersama Nakhonratchasima Mazda FC ia menghasilkan 16 gol dan 3 assist dalam 33 pertandingan. Di PDRM FC Malaysia, ia mencetak 4 gol dari 9 laga, sementara bersama Al-Wehdat SC di Yordania ia menyumbang 2 gol dalam 7 pertandingan.
Melihat pengalaman dan produktivitasnya di berbagai kompetisi Asia, Henri Doumbia bisa menjadi opsi menarik bagi Persis Solo yang tengah mencari sosok striker tajam untuk mengusung target promosi kembali ke kasta tertinggi.
Meski demikian, hingga kini rumor tersebut masih sebatas spekulasi dan publik masih harus menunggu pengumuman resmi dari manajemen Laskar Sambernyawa.
Rumor Panas di Medsos
Rumor tersebut mencuat setelah akun Instagram @alwayspersis.
"HERE WE GO!. Bernard Henry Cédric Doumbia(33/CF) segera bergabung dengan Persis Solo!. Striker asal Pantai Gading itu datang setelah mencatatkan 8 gol dan 5 assist bersama Bhayangkara FC musim lalu. Siap menjadi amunisi baru Laskar Sambernyawa," tulis akun tersebut, Sabtu (18/6/2026).
Namun andai rumor ini benar, yang jadi pertanyaan kini adalah bagaimana nasib Kodai Tanaka. Kontraknya masih semusim dengan Persis, namun nasibnya kini masih menggantung. (nik)
Editor : Niko auglandy