Debut di Piala Dunia IFCPF 2026, Timnas CP Indonesia Bidik Lolos Fase Grup: Inggris Jadi Ancaman Terbesar

Niko auglandy • Dipublikasikan Jumat, 24 Juli 2026 | 15:31 WIB
Pemain timnas sepakbola Cerebral Palsy Indonesia saat menjalani sesi latihan di Paralympic Training Center Indonesia yang berada di Karanganyar, Jawa Tengah, Kamis (23/07/2026). Sebanyak 27 pemain menjalani seleksi dan pemusatan latihan untuk event IFCPF World Cup 2026 yang akan berlangsung di Atlanta, Amerika Serikat Oktober mendatang. NPC INDONESIA/Agung Wahyudi
Pemain timnas sepakbola Cerebral Palsy Indonesia saat menjalani sesi latihan di Paralympic Training Center Indonesia yang berada di Karanganyar, Jawa Tengah, Kamis (23/07/2026). Sebanyak 27 pemain menjalani seleksi dan pemusatan latihan untuk event IFCPF World Cup 2026 yang akan berlangsung di Atlanta, Amerika Serikat Oktober mendatang. NPC INDONESIA/Agung Wahyudi

RADARSOLO.COM – Timnas sepak bola cerebral palsy (CP) Indonesia tak ingin sekadar menjadi pelengkap pada debutnya di IFCPF World Cup 2026. Skuad Garuda menargetkan lolos dari fase grup, meski harus menghadapi lawan-lawan tangguh, termasuk Inggris yang menghuni lima besar dunia.

Indonesia tergabung di Grup C bersama Inggris, Jepang, dan Republik Irlandia. Dari ketiga lawan tersebut, Inggris dinilai menjadi ujian terberat dalam perjuangan Merah Putih menuju babak berikutnya.

"Kami sudah memetakan tentang bagaimana bermain melawan mereka. Di Grup C yang paling berat itu Inggris karena mereka ada di peringkat lima besar dunia. Mereka yang paling kita waspadai. Untuk Jepang, kita sudah pernah melawan mereka. Irlandia sedang kami pelajari lebih dalam," ujar pelatih tim sepak bola CP Indonesia, Yanuar Dhuma Ardhiyanto, Kamis (23/7).

Baca Juga: Target Liga 1 Tak Sekadar Wacana, Juan Mera Rasakan Keseriusan dalam Pembentukan Skuad Persis Solo

IFCPF World Cup 2026 akan berlangsung di Atlanta, Amerika Serikat, mulai 14 Oktober 2026. Menjelang turnamen tersebut, tim pelatih mulai mematangkan persiapan melalui pemusatan latihan di Pusat Pelatihan Paralimpiade Indonesia (PPPI), Delingan, Kabupaten Karanganyar.

Sebanyak 27 pemain dipanggil mengikuti pemusatan latihan. Namun, hanya 14 pemain yang akan didaftarkan sebagai skuad utama untuk tampil di Piala Dunia.

"Pemain yang didaftarkan ke World Cup itu ada 14 pemain, tetapi yang akan kita bawa ke Amerika lebih dari 14 sebagai antisipasi karena ada pemain yang sedang mengalami cedera," kata Dhuma.

Baca Juga: Bedah Bursa Transfer Super League 2026/2027: Bhayangkara FC Bersih-Bersih Besar, Siapkan Mesin Baru demi Kembali ke Jalur Juara

Menurutnya, komposisi pemain yang dipanggil merupakan hasil evaluasi dari penampilan Indonesia di IFCPF Asia Oceania Cup 2025 dan ASEAN Para Games 2025. Kali ini, tim pelatih memperbanyak pemain dengan klasifikasi FT2 guna menyeimbangkan komposisi tim.

Dalam regulasi sepak bola cerebral palsy, pemain dibagi menjadi tiga klasifikasi, yakni FT1 (hambatan berat), FT2 (hambatan sedang), dan FT3 (hambatan ringan). Setiap tim yang bertanding dengan tujuh pemain wajib menurunkan minimal satu pemain FT1 dan satu pemain FT3, sedangkan posisi lainnya diisi pemain FT2.

"Beberapa pemain baru yang kita panggil klasifikasinya sudah kita sesuaikan dengan kebutuhan tim. Pemain baru ini kebanyakan dari FT2 karena untuk FT3 sudah ada banyak pilihan. Ini cocok sekali dengan kebutuhan tim," jelasnya.

Dhuma menambahkan, kondisi fisik para pemain cukup menggembirakan. Selama dua bulan terakhir, tim pelatih menerapkan program latihan berbasis daring sehingga pemain tetap menjalani latihan rutin di daerah masing-masing.

"Dari segi fisik, teman-teman datang ke sini dengan kondisi hampir siap karena kami memberikan program online monitoring selama dua bulan. Sekarang kita tinggal fokus di taktik dan teknis, walaupun fisiknya juga akan kita tingkatkan lagi karena ada beberapa yang kurang," tuturnya.

Baca Juga: Namanya Asing Ditelinga Suporter Baru Persis Solo, Begini Respon Nurcholis Majid 

Meski berstatus debutan, Dhuma optimistis Indonesia mampu memberikan kejutan di ajang dunia tersebut.

"Tim-tim pesertanya luar biasa. Kita sebagai debutan, Insya Allah, dari peta kekuatan yang ada, akan kita usahakan lolos dari fase grup," tegasnya.

Dilain sisi, pada IFCPF World Cup 2026, Grup A dihuni tuan rumah Amerika Serikat, Belanda, Kanada, dan Skotlandia. Sementara Grup B diisi Australia, Spanyol, Brasil, dan Chile. (nik)

Editor : Niko auglandy
Piala Dunia indonesia timnas CP