Ricky Nelson Ungkap Evaluasi Persis Solo Usai Dikalahkan Persela

Hernindya Jalu Aditya Mahardika • Dipublikasikan Minggu, 13 September 2026 | 19:39 WIB
Bek Persis Solo Alexvan Djin dikawal dua pemain Persela Lamongan di Stadion Surajaya (13/9/2026). (Tim Media Persis Solo)
Bek Persis Solo Alexvan Djin dikawal dua pemain Persela Lamongan di Stadion Surajaya (13/9/2026). (Tim Media Persis Solo)

RADARSOLO.COM – Persis Solo gagal memenuhi target meraih tiga poin pada laga perdana Championship 2026/2027 (Liga 2). Bertandang ke markas Persela Lamongan di Stadion Surajaya, Minggu (13/9), Laskar Sambernyawa harus pulang dengan hasil yang tidak sesuai harapan.

Hasil tersebut menjadi pekerjaan rumah tersendiri bagi skuad asuhan Ricky Nelson. Pelatih Persis itu mengakui timnya belum mampu menunjukkan permainan terbaik, terutama pada babak pertama pertandingan.

Ricky secara terbuka meminta maaf kepada suporter Persis yang telah memberikan dukungan langsung dari tribun Stadion Surajaya. Menurutnya, kehadiran suporter dari Solo menjadi suntikan semangat, tetapi tim belum mampu membalas dukungan tersebut dengan raihan tiga poin.

“Pertama-tama kami meminta maaf, poin hari ini yang menjadi target kita tidak tercapai. Kepada fans dan juga para suporter yang dari Solo datang away ke Lamongan, support-nya sudah sangat luar biasa, tapi kita belum bisa memberikan tiga poin untuk teman-teman,” kata Ricky seusai pertandingan.

Baca Juga: Persis Solo Tampil Mengecewakan di Lamongan, Pasoepati Mulai Pesimistis Target Promosi

Evaluasi terbesar Ricky tertuju pada penampilan Persis di babak pertama. Ia menilai tim terlalu memberikan keleluasaan kepada Persela untuk mengembangkan permainan, khususnya di area tengah lapangan.

“Memang ada banyak hal, khususnya di babak pertama yang perlu sangat-sangat diperbaiki. Kita terlalu membiarkan lawan bermain di tengah dan centerback punya space buat dia bisa syuting, itu akan menjadi catatan,” ujarnya.

Ruang yang diberikan kepada lawan tersebut menjadi salah satu catatan penting Ricky setelah pertandingan. Persis dinilai perlu lebih disiplin dalam menjaga area pertahanan agar lawan tidak mudah mendapatkan ruang untuk mengembangkan serangan.

Baca Juga: 7 Pemain Tak Masuk Skuad Persis Solo untuk Liga 2 2026/2027: Eks PSS Sleman, PSIS, dan 1 Asing Tercoret

Namun, Ricky melihat ada perubahan setelah Persis memasuki babak kedua. Permainan tim dinilai mulai bangkit dan mampu memberikan tekanan lebih kepada Persela.

Sayangnya, perbaikan tersebut belum cukup untuk mengubah hasil pertandingan. Sejumlah peluang yang berhasil diciptakan Persis tidak mampu diselesaikan menjadi gol.

“Babak kedua kita bisa bangkit sebenarnya, hanya memang sayang banget peluang-peluang yang didapat tidak bisa jadi gol,” ungkap Ricky.

Kegagalan memanfaatkan peluang tersebut membuat Persis harus menerima hasil pada laga pembuka. Padahal, momentum kebangkitan di babak kedua sempat membuka kesempatan bagi Laskar Sambernyawa untuk mengejar hasil yang lebih baik.

Ricky menegaskan hasil pertandingan di Lamongan akan menjadi bahan evaluasi sebelum Persis menjalani pertandingan berikutnya. Ia berharap kesalahan yang terjadi pada laga perdana tidak kembali terulang.

“Ini akan jadi pelajaran untuk memperbaiki di game kedua dan seterusnya. Semoga ini merupakan kesalahan yang tidak terjadi lagi di game berikutnya,” tegasnya.

Baca Juga: Persis Solo Tumbang 0-2 di Kandang Persela, Awal Liga 2 Berujung Pahit

Permintaan maaf juga disampaikan pemain Persis, Kadek Raditya Maheswara. Bek tersebut menyampaikan apresiasi kepada suporter yang rela melakukan perjalanan dari Solo ke Lamongan untuk memberikan dukungan secara langsung.

“Saya meminta maaf kepada seluruh suporter Persis Solo, terutama yang sudah datang jauh dari Solo ke Lamongan atas hasil yang tidak kami semua inginkan ini,” kata Kadek.

Meski gagal mengawali kompetisi dengan hasil yang diharapkan, Kadek memastikan semangat pemain belum surut. Ia menegaskan skuad Persis akan segera mengalihkan fokus untuk menatap pertandingan berikutnya di hadapan pendukung sendiri di Solo. (hj/nik)

Editor : Niko auglandy
persis solo championship liga 2 persela