RADARSOLO.COM-Pemkab Sukoharjo resmi membuka gelaran Sukoharjo Expo 2025, Jumat malam (4/7/2025) di Gedung Pusat Promosi Potensi Daerah (GP3D).
Acara yang dikemas megah dalam rangka Hari Jadi ke-79 Kabupaten Sukoharjo ini bukan sekadar pameran tahunan.
Tetapi sebuah pernyataan tegas dari Bupati Etik Suryani bahwa geliat ekonomi lokal akan terus dipacu lewat kolaborasi, digitalisasi, dan keberpihakan terhadap UMKM.
Dengan tema “Tumbuh Maju Bersama”, expo ini menjadi simbol dari semangat inklusif yang ditawarkan Pemkab Sukoharjo—mengajak seluruh elemen.
Mulai dari pelaku UMKM, komunitas, pelajar, hingga korporasi, untuk bersinergi membangun ekonomi daerah.
Tema ini tidak lahir tanpa pertimbangan. Dalam kesempatan itu, Bupati Etik menekankan pentingnya pertumbuhan ekonomi yang merata dan aksesibilitas peluang usaha bagi semua kalangan, tanpa terkecuali.
"Kita ingin mendorong pertumbuhan yang inklusif, bagi para pelaku usaha baik yang mikro hingga menengah. Semua memiliki peluang yang sama untuk berkembang," tegas Etik.
Di tengah derasnya arus produk luar negeri yang membanjiri pasar, Sukoharjo Expo 2025 tampil sebagai perlawanan yang elegan.
Tak hanya memperlihatkan produk unggulan seperti mebel kayu dan rotan, batik, lurik, sarung goyor, jamu tradisional, gitar, gamelan, kaca grafir, hingga shuttlecock.
Expo ini menjadi etalase keunggulan lokal yang berkelas nasional—bahkan berpotensi go internasional.
Bupati Etik menyebutkan bahwa kekayaan kreativitas dan budaya masyarakat Sukoharjo merupakan aset strategis yang harus terus dijaga dan dilestarikan. Karena itu, Pemkab Sukoharjo tidak tinggal diam.
Baca Juga: Bupati Etik: Pemkab Sukoharjo Siapkan Beasiswa Kuliah Anak Berprestasi dari Keluarga Tidak Mampu
"Pemerintah Daerah akan terus berkomitmen memberikan dukungan, mulai dari pelatihan, akses permodalan, hingga fasilitas pemasaran, termasuk digitalisasi UMKM," ujarnya.
Komitmen tersebut bukan janji manis belaka.
Dalam beberapa tahun terakhir, Sukoharjo menjadi salah satu kabupaten yang cukup progresif dalam mengintegrasikan program UMKM dengan teknologi dan jejaring pasar digital.
Program digitalisasi katalog produk unggulan, pelatihan e-commerce, hingga penguatan peran koperasi sebagai agregator pasar telah dijalankan dan terus dikembangkan.
Sukoharjo Expo tahun ini tidak hanya diikuti pelaku UMKM lokal.
Beberapa BUMN, BUMD, serta kabupaten/kota lain turut serta memeriahkan, menjadikan pameran ini sebagai ajang strategis pertukaran ide, jejaring bisnis, dan pembelajaran lintas wilayah.
Hal ini menunjukkan bahwa Sukoharjo tidak hanya ingin kuat di kandang sendiri, tetapi juga percaya diri tampil sebagai pemain penting dalam ekonomi regional.
Lebih dari itu, expo ini menjadi panggung untuk menumbuhkan consumer confidence terhadap produk lokal.
Ketika masyarakat menyaksikan langsung kualitas dan nilai budaya yang tertanam dalam produk lokal, maka rasa bangga sebagai konsumen domestik juga akan tumbuh.
"Kami berharap kegiatan ini tidak hanya berhenti pada Sukoharjo Expo 2025 ini, tetapi terus berlanjut memberikan dampak positif bagi pengembangan produk unggulan daerah," kata Etik, seraya menekankan pentingnya keberlanjutan promosi dan inovasi. (kwl)
Editor : Tri wahyu Cahyono