Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Bupati Sukoharjo Etik Suryani Buka Polokarto Tumoto Expo 2025, Dorong UMKM Naik Kelas dan Berdaya Saing

Iwan Kawul • Kamis, 30 Oktober 2025 | 00:57 WIB
Bupati Sukoharjo Etik Suryani saat pembukaan Polokarto Tumoto Expo 2025, Selasa malam (28/10).
Bupati Sukoharjo Etik Suryani saat pembukaan Polokarto Tumoto Expo 2025, Selasa malam (28/10).

RADARSOLO.COM – Bupati Sukoharjo Etik Suryani didampingi Wakil Bupati (Wabup) Eko Sapto Purnomo, bersama sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) membuka Polokarto Tumoto Expo 2025, Selasa malam (28/10).

Polokarto Tumoto Expo 2025 dipusatkan di halaman kantor Kecamatan Polokarto. Event ini upaya pemkab dalam mendorong usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) agar naik kelas dan berdaya saing.

Etik menegaskan, Polokarto Tumoto Expo 2025 merupakan ajang tahunan yang memberi ruang bagi pelaku UMKM dalam menampilkan dan mempromosikan produk unggulan masing-masing.

“Acara ini setiap tahun diadakan sebagai wadah pelaku UMKM menampilkan potensinya. Karena rutin digelar, saya berharap produknya tidak stagnan. Harus ada perubahan yang lebih baik,” ujarnya.

Etik juga mengingatkan pentingnya peningkatan mutu produk, legalitas usaha, serta kesiapan pemasaran digital.

“Kalau tahun lalu produknya belum punya izin, tahun ini harus sudah ada. Jika izin lengkap, bisa masuk di e-katalog agar dapat dipromosikan Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UMKM (Disdagkop UMKM). Kemasannya juga perlu diperbaiki, disesuaikan dengan jenis produk, dan jangan lupa mencantumkan informasi kedaluwarsa,” pesannya.

Sementara itu, Ketua Panitia Polokarto Tumoto Expo 2025 Rini Wahyuni menjelaskan, event berlangsung tiga hari, Selasa–Kamis (28-30/10). Diikuti 17 booth dari 17 desa yang menampilkan produk unggulan masing-masing .

“Tumoto Expo ini menjadi ajang tahunan untuk promosi produk UMKM khas Polokarto. Kami ingin UMKM semakin percaya diri untuk maju dan berkembang. Karena produk Polokarto tidak kalah dengan daerah lain,” ujarnya.

Tahun ini, expo menonjolkan tema ketahanan pangan. Setiap booth wajib menjual hasil pertanian, peternakan, dan olahan lokal.

“Wajib menjual beras lokal dari sawah masing-masing. Telur harus dari pekarangan sendiri, termasuk buah dan hasil kebun lainnya,” imbuhnya.

Beragam produk khas tampil. Di antaranya jambu air Desa Pranan, rengginang Desa Bugel, gempol pleret Desa Karangwuni, alpukat super Desa Polokarto, lenjongan Desa Ngombakan, telur asin Desa Bakalan, dan sebagainya.

Ditargetkan event ini meraup omzet Rp 350 juta. Meningkat dari capaian tahun lalu sebesar Rp 300 juta.

“Kami optimistis target tercapai, karena jangkauan promosi lebih luas dan ada kunjungan studi tiru dari PKK Kabupaten Sragen. Selain itu, panitia juga membagikan voucher kepada masyarakat sebagai bentuk keuntungan BUMDesma yang dikembalikan ke warga,” bebernya. (kwl/fer)

Editor : fery ardi susanto
#potensi polokarto #Polokarto Tumoto Expo 2025