Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Bukan Cuma Urusan Keamanan Dan Kebersihan, Penjaga Sekolah Di Lingkup Disdikbud Sukoharjo Harus Bisa Perbaiki Atap Bocor hingga Tambal Tembok Retak

Iwan Kawul • Senin, 16 Februari 2026 | 13:56 WIB
Bupati Sukoharjo Etik Suryani didampingi Kepala Disdikbud Havid Danang dan Kepala BPKSDM Suparmin sidak SMPN 2 Mojolaban, belum lama ini.
Bupati Sukoharjo Etik Suryani didampingi Kepala Disdikbud Havid Danang dan Kepala BPKSDM Suparmin sidak SMPN 2 Mojolaban, belum lama ini.

RADARSOLO.COM – Jangan anggap sepele masalah atap bocor, genting melorot, hingga tembok retak di lingkungan satuan pendidikan atau sekolahan.

Dari persoalan kecil ini, justru akan memicu kerusakan lebih besar dengan kerugian materi yang besar pula, jika tidak segera ditangani.

Di sinilah peran sesungguhnya dari penjaga sekolah. Mereka tidak hanya berkutat urusan keamanan dan kebersihan, namun juga harus lihai memperbaiki kerusakan-kerusakan kecil.

Imbauan ini disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sukoharjo Havid Danang Purnomo Widodo.

Menurut Havid, kebijakan ini bertujuan mempercepat penanganan kerusakan ringan agar tidak semakin parah.

“Penjaga sekolah nanti akan kami berdayakan untuk membenahi kerusakan-kerusakan kecil yang bisa ditangani secara mandiri,” kata Havid, Minggu (15/2).

Menurut Havid, kerusakan kecil seperti genting melorot, talang bocor, atau kerusakan ringan pada fasilitas sekolah sering kali dianggap sepele.

Padahal jika dibiarkan berlarut-larut, kerusakan tersebut bisa berdampak lebih besar pada kondisi bangunan.

“Misalnya ada genting melorot, guru atau kepala sekolah tidak mungkin melakukan pekerjaan-pekerjaan semacam itu. Jika tidak segera diperbaiki, lama-lama bisa membuat bangunan keropos dan rusak,” jelas Havid.

Untuk itu disdikbud akan menghimpun para penjaga sekolah dalam satu tim kerja. Mereka akan bergotong royong memperbaiki kerusakan ringan secara bergiliran di seluruh sekolah di Kota Makmur.

Secara teknis, setiap penjaga sekolah yang menemukan kerusakan ringan di tempat tugasnya akan melaporkannya kepada tim penjaga sekolah.

Selanjutnya, tim tersebut akan menjadwalkan perbaikan secara bersama-sama sesuai giliran dan kebutuhan.

Havid menegaskan, langkah ini sekaligus menjadi upaya efisiensi dan optimalisasi sumber daya yang ada.

Dengan penanganan cepat terhadap kerusakan kecil, diharapkan sekolah tidak perlu menunggu anggaran besar untuk perbaikan yang sebenarnya bisa segera ditangani.

Havid menambahkan, kerusakan kecil yang tidak segera diperbaiki berpotensi memperparah kondisi bangunan sekolah dan pada akhirnya membutuhkan biaya lebih besar untuk renovasi. (kwl/fer)

 

Editor : fery ardi susanto
#Kepala disdikbud sukoharjo havid danang purnomo widodo #atap sekolah bocor #disdikbud sukoharjo #tembok sekolah roboh #penjaga sekolah