Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Proyek Pujasera Sukoharjo Segera Dibangun, Ada 54 Selter untuk 153 Pedagang Kaki Lima

Iwan Kawul • Senin, 2 Maret 2026 | 17:31 WIB

 

Sosialisasi proyek Pujasera Sukoharjo di Menara Wijaya, Senin (2/3).
Sosialisasi proyek Pujasera Sukoharjo di Menara Wijaya, Senin (2/3).

RADARSOLO.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukoharjo resmi sosialisasikan proyek pembangunan Pujasera Sukoharjo di menara Wijaya, Senin (2/3).

Sosialisasi dihadiri Bupati Sukoharjo Etik Suryani dan sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD).

Jika sudah jadi, pusat kuliner ini akan memfasilitasi eks pedagang kaki lima (PKL) Alun-Alun Satya Negara.

Pusat kuliner ini akan dibangun di atas lahan seluas 4.052 meter persegi. Disiapkan 54 selter ukuran 3 x 3 meter persegi, plus 50 oprokan ukuran 1,5 x 2 meter.

Total kapasitas tersebut mampu menampung 153 pedagang. Lengkap dengan 194 meja dan 388 kursi.

Bupati Etik menegaskan, pembangunan pujasera menjadi salah satu proyek strategis daerah pada 2026. Lokasinya berada di sekitar Alun-alun Sukoharjo, yang selama ini menjadi pusat aktivitas masyarakat.

“Nantinya pujasera tidak hanya menjadi tempat berjualan makanan dan minuman, tetapi benar-benar menjadi pusat ekonomi rakyat di Sukoharjo. Letaknya di jantung kota, sehingga harus tertata, bersih, dan nyaman,” ujar Etik.

Menurutnya, konsep pembangunan pujasera dirancang untuk menata sekaligus memfasilitasi para PKL di tempat yang lebih representatif.

Para pedagang akan mendapatkan shelter permanen, sehingga tidak lagi bergantung pada tenda darurat atau lapak semi permanen seperti sekarang.

“Kalau hujan, pedagang tetap bisa berjualan dengan nyaman. Konsepnya seperti pujasera di Kota Barat Solo. Kami ingin pedagang tenang, pembeli juga nyaman,” paparnya.

Etik memastikan, setelah pembangunan fisik rampung, para PKL akan direlokasi secara bertahap ke pujasera.

Seiring dengan itu, kawasan Alun-Alun Sukoharjo akan ditata ulang agar berfungsi optimal sebagai ruang publik.

“Ke depan, tidak ada lagi pedagang yang berjualan di dalam area alun-alun. Nanti alun-alun difungsikan sebagai public space untuk olahraga, rekreasi, dan kegiatan masyarakat. Penataan ini bagian dari wajah baru kota,” tegasnya.

Etik juga menekankan, bahwa pembangunan pujasera mengedepankan prinsip transparansi, partisipasi, dan keberpihakan kepada pedagang kecil. Pemkab tidak ingin ada pihak yang dirugikan selama relokasi.

“Kami ingin ini menjadi sinergi antara pemerintah, pedagang, dan masyarakat. Tujuannya bukan menggusur, tetapi menata agar lebih baik dan lebih maju,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan (Diskopumdag) Sukoharjo Sumarno menjelaskan, rencana pembangunan pujasera sebenarnya sudah lama disusun.

Namun, realisasinya baru memungkinkan pada 2026 setelah tahapan pembangunan infrastruktur pendukung rampung.

“Tahun ini pujasera. Setelah relokasi selesai, baru penataan menyeluruh kawasan alun-alun,” jelas Sumarno.

Sumarno mengakui, kondisi Alun-Alun Sukoharjo saat ini dinilai tertinggal dibandingkan daerah lain di Solo Raya. Karena itu, penataan menyeluruh dinilai mendesak agar pusat kota memiliki daya tarik sekaligus tetap menjadi ruang terbuka hijau yang nyaman.

“Alun-alun harus kembali menjadi ruang publik yang tertib, bersih, dan estetis. Aktivitas ekonomi tetap berjalan, tetapi terpusat di pujasera yang sudah disiapkan,” tandasnya. (kwl/fer)

Editor : fery ardi susanto
#Proyek pujasera Sukoharjo #alun alun sukoharjo #penataan Alun Alun Satya Negara sukoharjo #pujasera sukoharjo #alun alun satya negara sukoharjo #penataan Alun Alun sukoharjo #sosialisasi proyek pujasera sukoharjo