Ketua Panitia Bersama Festival Imlek Solo 2571/2020 Sumartono Hadinoto mengungkapkan, ada 5 ribu lampion gantung dan 31 lampion karakter akan mewarnai perayaan Imlek di Kota Solo. Lampion sebanyak itu akan dipasang di Jalan RE Martadinata, Jalan Jenderal Sudirman, dan Jalan Urip Sumoharjo. “Ribuan lampion ini mulai dinyalakan pada 15 Januari hingga 15 Februari 2020 atau selama sebulan penuh,” kata dia, Selasa (14/1).
Dijelaskan dia, ribuan lampion yang dipajang itu terdiri dari 5 ribu lampion gantung, dua set lampion berbentuk 12 shio, 12 neon box shio, enam buah lampion tikus, dan lampion Dewa Rejeki. Saat ini seluruhnya sudah terpasang dan diuji coba untuk dinyalakan serentak. Baik di koridor Jenderal Sudirman, Jembatan Pasar Gede maupun di atas jam Pasar Gede. Termasuk lampion shio di Jalan Urip Sumoharjo dan sekitarnya. “Mulai Rabu (15/1) lampionya mulai dinyalakan setiap hari hingga sebulan ke depan,” jelas Sumartono.
Jika dibandingkan dengan perayaan Imlek tahun sebelumnya, penataan lampion dan ragam yang dipajang di sejumlah ruas jalan jauh lebih meriah. Hal ini tidak luput dari masuknya Festival Imlek Solo (FIS) dalam kalender event nasional dan destinasi wisata Kemenpar.
“Festival Imlek di Solo sudah masuk destinasi wisata di Kemenpar. Lampion shio yang kami pasang sedikit berbeda dengan tahun lalu, sehingga foto selfienya beda dengan tahun lalu. Lebih meriah,” kata dia.
Sekadar informasi, rangkaian Festival Imlek Solo terdiri dari beberapa agenda berbeda. Di antaranya Imlek Fair pada 14 Februari, pembukaan FIS 15 Januari, donor darah 18 Januari, dan lomba karaoke Mandarin 19 Februari. Kemudian ada bakti sosial di panti asuhan 31 Januari, kirab barongsai dan liong keliling atau Cap Go Meh 8 Februari.
“Rangkaiannya mulai dari Grebek Sudiro dan disambung FIS. Puncak acara FIS pada 24 Januari dengan acara menyambut pergantian tahun baru Imlek shio tikus logam. Kami juga mengadakan doa bersama di Kelenteng Tien Kok Sie Pasar Gede di waktu yang sama,” terangnya. (ves/bun) Editor : Perdana Bayu Saputra