“Kami terjun ke lapangan, ke distributor-distributor dan produsen masker, serta hand sanitizer. Kami akan melakukan tindakan preventif, dengan melakukan pendataan untuk mencari akar masalah kenapa masker dan hand sanitizer serta antiseptik lain bisa langka di Kota Solo,” papar Kanit Korwas PPNS Satreskrim Polresta Surakarta Iptu Catur Agus Yudo, Rabu (4/3).
Catur menambahkan, penyisiran di lapangan akan terus dilakukan secara berkesinambungan hingga ditemukan akar masalah pasti dari penyebab kelangkaan masker. “Akan terus kami cari. Jangan sampai ada pihak tertentu yang memanfaatkan kondisi merebaknya virus korona ini. Kami akan memastikan tidak akan ada yang memanfaatkan hal itu di Kota Solo. Jika nekat, akan kami proses hukum,” tandasnya.
Sementara itu, petugas bagian pembelian Apotek Padma Santosa membeberkan, sudah sejak sebulan terakhir pihaknya tidak menjual masker. “Tidak cuma naik ya, kami menyebutkan berganti harga. Misalnya salah satu produk masker satu boks semula Rp 50 ribu kini menjadi Rp 280 ribu per boks. Sejak itu, kami memilih untuk tidak menjual lagi,” tukasnya.
Hal yang sama diungkapkan Kepala Cabang PT Antar Mitra Sembada Syarif Karyadi. Sebagai salah satu distributor alat kesehatan, pihaknya juga mengalami penurunan stok secara drastis. Hal ini menyebabkan pihaknya hanya menjual masker kepada rumah sakit di Kota Bengawan.
“Itu pun sifatnya membantu, setiap rumah sakit hanya kami jatah 5 sampai 10 boks. Tergantung besar kecilnya rumah sakit,” ujarnya.
Ditambahkan Syarif, kelangkaan sudah mulai terjadi akhir Januari silam, atau berbarengan dengan merebaknya virus korona. “Tentu kalau stoknya ada, akan kami sebarkan merata. Tapi mau bagaimana lagi, tidak ada barangnya. Mau faktur juga tidak bisa,” ujarnya. (atn/bun/ria) Editor : Perdana Bayu Saputra