Salah satunya dirasakan Ambadewi Soeroso, WNI yang masih berada di Malaysia. Ketika dihubungi Jawa Pos Radar Solo, perempuan asal Salatiga ini mengaku takut, sebab visa perjalanannya habis, Senin (23/3) pekan depan.
”Padahal hari ini sudah tidak bisa lagi mengurus,” ucapnya.
Ambadewi mengatakan, sejak pemerintah Malaysia mengumumkan pemberlakuan Lockdown, dia terus mencoba menghubungi kantor imigrasi maupun kantor perwakilan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Malaysia. Namun hingga siang kemarin belum mendapat respons.
”Saya chat maupun saya telepon, layanannya masih sibuk. Saya juga mencari WNI yang saat ini tinggal di sini, tapi belum dapat juga,” papar dia.
”Jadi sekarang posisi saya bingung, takut lebih tepatnya. Takut karena setelah visa saya habis, padahal status lockdown masih berjalan. Nasib saya ke depan seperti apa. Apakah jadi imigran gelap. Jadi tambah takut, soalnya saya tanya-tanya orang divsini, sama cari referensi di internet, kalau hukuman dan denda untuk imigran gelap cukup tinggi,” lanjut Ambadewi.
Lalu, bagaimana dengan keadaan di sana di hari-hari jelang pemberlakuan lockdown? Ambadewi mengatakan, sepekan terakhir, kawasan negara tersebut sudah sepi. Hanya sedikit kendaraan dan orang yang lalu lalang di ruas jalan. Perkantoran dan sekolah sudah meliburkan diri. Masyarkat hanya keluar ketika ada hal yang penting saja
”Terakhir masih cukup banyak orang keluar itu pekan lalu. Mereka memborong persediaan makanan dan perlengkapan lainnya. Mungkin sudah tahu kalau pemerintah sini akan memberlakukan lockdown kapan saja. Jadi sudah ada persiapan,” ucapnya.
Apakah ada ketakutan terpapar virus? Ambadewi menjawab tentu saja. Namun, dia terus menerapkan kebiasaan hidup sehat, dengan mencuci tangan standar WHO, memakai masker, hingga membawa hand sanitizer saat berpergian keluar. “Alhamdulliah sampai sekarang belum ada tanda-tanda terpapar, dan jangan sampai, amit-amit,” tuturnya.
Ambadewi sendiri datang ke Negeri Jiran sejak tiga pekan lalu. Selain untuk liburan, perempuan itu juga sebagai salah satu seniman yang tampil di satu acara kesenian dalam rangka pertukaran kebudayaan antara Indonesia dan Malaysia.
Sebenarnya, Ambadewi bukan satu-satunya WNI yang memeriahkan acara tersebut, namun masih ada lima orang lainnya. Satu orang berasal dari Jakarta dan empat orang dari Majalengka, Jawa Barat. Namun kelimanya sudah pulang ke Tanah Air, pagi kemarin.
”Mereka sudah beli tiket PP (pergi pulang). Nah, kesalahan saya di sini, sampai sekarang belum beli tiket pulang. Rencananya pulang hari Minggu (22/3) besok,” tutur dia.
”Ya harapan saya semoga bisa segera menghubungi KBRI maupun imigrasi. Saya mau pulang kumpul sama keluarga, itu saja, tidak ada yang lain,” ucap Ambadewi.
Selama di Malaysia, Ambadewi tinggal disalah satu rumah milik seniman di Kuala Lumpur. “Untungnya yang bersangkutan baik orangnya maupun keluarganya, mau menampung saya sampai ada titik terang kepulangan saya,” pungkas Ambadewi. (atn/ria) Editor : Perdana Bayu Saputra