Jelang New Normal, Cara Masak hingga Penyajian Usaha Kuliner Diawasi

Perdana Bayu Saputra • Dipublikasikan Rabu, 3 Juni 2020 | 20:54 WIB
Aktivitas warga di pusat kuliner selter Manahan sebelum pandemi korona. Tempat ini tak luput dari perhatian Disdag Kota Surakarta. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)
Aktivitas warga di pusat kuliner selter Manahan sebelum pandemi korona. Tempat ini tak luput dari perhatian Disdag Kota Surakarta. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)
SOLO – Jelang penerapan kenormalan baru (new normal) di tengah pandemi Covid-19, pengusaha kuliner diwanti-wanti memastikan pengolahan dan penyajian menu higienis. Jadi tidak cukup hanya menerapkan protokol kesehatan.

Warung pedagang kaki lima (PKL), rumah makan, kafe, dan pusat kuliner lainnya menjadi fokus pengawasan Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Surakarta ketika new normal diterapkan.

"Protokol kesehatan jelas (harus diterapkan, Red). Mulai menyediakan tempat cuci tangan, pemakaian masker, dan jaga jarak. Selain itu, kami awasi betul agar menu yang dijual benar-benar bersih dan sehat. Termasuk cara masak hingga menyajikan,” tegas Kepala Disdag Kota Surakarta Heru Sunardi, kemarin.

Disdag juga meminta pengelola tempat kuliner membatasi kapasitas pengunjung guna memastikan social dan physical distancing optimal. Dalam melakukan pengawasan tempat kuliner, disdag menggandeng dinas kesehatan dan satpol PP.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Surakarta Siti Wahyuningsih optimistis new normal bakal menggeliatkan perekonomian masyarakat. Termasuk sektor kuliner.

" Nanti kalau (penikmat kuliner) makin ramai, kami tambah tenaga pengawasnya untuk monitoring dan evaluasi," tegasnya.

Ning, sapaan akrab Siti Wahyuningsih juga mewanti-wanti pengusaha kuliner menjaga kehigienisan menu dan kebersihan lokasi usaha. (ves/wa/ria)  Editor : Perdana Bayu Saputra
new normal higienis protokol kesehatan covid-19 Disdag Kota Surakarta usaha kuliner