Warung pedagang kaki lima (PKL), rumah makan, kafe, dan pusat kuliner lainnya menjadi fokus pengawasan Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Surakarta ketika new normal diterapkan.
"Protokol kesehatan jelas (harus diterapkan, Red). Mulai menyediakan tempat cuci tangan, pemakaian masker, dan jaga jarak. Selain itu, kami awasi betul agar menu yang dijual benar-benar bersih dan sehat. Termasuk cara masak hingga menyajikan,” tegas Kepala Disdag Kota Surakarta Heru Sunardi, kemarin.
Disdag juga meminta pengelola tempat kuliner membatasi kapasitas pengunjung guna memastikan social dan physical distancing optimal. Dalam melakukan pengawasan tempat kuliner, disdag menggandeng dinas kesehatan dan satpol PP.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Surakarta Siti Wahyuningsih optimistis new normal bakal menggeliatkan perekonomian masyarakat. Termasuk sektor kuliner.
" Nanti kalau (penikmat kuliner) makin ramai, kami tambah tenaga pengawasnya untuk monitoring dan evaluasi," tegasnya.
Ning, sapaan akrab Siti Wahyuningsih juga mewanti-wanti pengusaha kuliner menjaga kehigienisan menu dan kebersihan lokasi usaha. (ves/wa/ria) Editor : Perdana Bayu Saputra