Lurah Bumi Nurul Umam mengatakan, lockdown wilayah di RT 03 RW 06 itu dilakukan sejak Jumat malam (23/10) hingga dua pekan ke depan. Saat ini, 10 warga yang terkonfirmasi positif dirawat ke RSUD Bung Karno dan Rumah Sakit Kasih Ibu. Sementara 37 KK lainnya wajib karantina mandiri.
“Untuk memenuhi kebutuhan harian, kami sudah mendapat bantuan dari dinas sosial dengan 15 kilogram beras dan lauk pauk. Tapi kalau ada yang mau membantu kebutuhan warga yang dikarantina bisa disalurkan,” jelas Nurul.
Bantuan logistik ini untuk memenuhi kebutuhan harian warga selama masa karantina. Namun, untuk lauk pauknya tentu tak akan cukup. Apalagi bagi keluarga yang anggotanya banyak. Oleh sebab itu, warga berupaya untuk mendirikan dapur umum dalam waktu dekat.
“Kami sudah koordinasikan dengan kecamatan untuk dapur umumnya. Nanti pengelolaannya ditangani langsung oleh RW setempat selaku ketua gugus tugas jogo tonggo di wilayah tersebut,” terang Nurul.
Dapur umum itu diharapkan mampu memenuhi kebutuhan warga yang menjalani karantina selama dua pekan ke depan. Harapannya makan harian tetap dapat terpenuhi dengan baik selama lockdown wilayah skala kecil itu dilakukan.
“Sudah dikomunikasikan. Dapur umum nanti akan melibatkan warga di RW setempat, khususnya tim jogo tonggo dan PKK setempat. Kebutuhan untuk mendirikan dapur umum sedang kami siapkan,” imbuh Camat Laweyan Endang Sabar.
Di sisi lain, pihaknya menekankan agar warga tetap menerapkan protokol kesehatan dengan tertib. Pola hidup bersih dan sehat dengan menerapkan 3M (memakai masker, menjaga jarak, dan menjauhi kerumunan) harus benar-benar dijalankan dengan tertib. “Lockdown ini berbeda dengan klaster keluarga yang muncul di Kelurahan Bumi beberapa waktu lalu,” tutur camat. (ves/bun/ria) Editor : Perdana Bayu Saputra