Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Keluarga Pasien RS Kasih Ibu yang Tolak Pemakaman Covid Akhirnya Luluh

Perdana Bayu Saputra • Jumat, 4 Juni 2021 | 06:23 WIB
ILUSTRASI PEMAKAMAN COVID:  Pemakaman dengan menggunakan protokol Covid-19 terus bertambah di Kota Solo. (IRECK/RADAR SOLO)
ILUSTRASI PEMAKAMAN COVID: Pemakaman dengan menggunakan protokol Covid-19 terus bertambah di Kota Solo. (IRECK/RADAR SOLO)
SOLO – Beredar pesan berantai di grup WhatsApp (WA) yang menyebut adanya keluarga pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Rumah Sakit Kasih Ibu menolak pemakaman sesuai protokol penanganan Covid-19. Namun, setelah dibujuk kepala desa tempat tinggalnya, mereka luluh.

“Mohon bantuan bagi tman2 driver ambulans gratis, bila ada permintaan antar jenazah dari SU Kasih Ibu ke wilayah Kecmatan Gemolong, mohon konfirmasi ke RS apakah jenazah terdiagnosis Covid atau bukan. Laporan pihak RS Keluarga ada yang menolak protokol pemusalarahan jenazah C-19 dan meminta bantuan ambulan gratis untuk membawa. Jangan sampai berurusan dengan kepolisian karena sudah diberikan peringatan. Nuwun," demikian isi pesan berantai yang tersebar di grup WA.

Dimintai klarifikasi mengenai kebenaran informasi isi pesan WA itu, Manajer Humas RS Kasih Ibu Surakarta dr Divan Fernandes mengamini kejadian tersebut. “Semalam memang ada penolakan pemakaman dengan protokol Covid-19. Namun, info yang kami punya (kepulangan pasien) tidak menggunakan ambulans. Menggunakan kendaraan pribadi,” jelasnya, Kamis (3/6).

Menurut Divan, pasien asal Gemolong, Sragen tersebut memang terkonfirmasi positif Covid-19. Ssehingga harus dimakamkan menggunakan protokol yang telah diatur guna mencegah penyebaran virus.

Namun, ketika tiba di rumah duka, pihak keluarga dapat dipahamkan untuk memakamkan sesuai protokol. "Saat ini sudah ditindaklanjuti sesuai SOP (standard operational procedure). Dari info terakhir yang kami dapat, sudah dibujuk oleh kepala desa setempat dan keluarga berkenan agar jenazah dimakamkan menggunakan prosedur Covid-19," terang Divan. (atn/wa/ria) Editor : Perdana Bayu Saputra
#keluarga pasien tolak pemakaman protokol covid #rs kasih ibu #pesan berantai grup whatsapp