“Mohon bantuan bagi tman2 driver ambulans gratis, bila ada permintaan antar jenazah dari SU Kasih Ibu ke wilayah Kecmatan Gemolong, mohon konfirmasi ke RS apakah jenazah terdiagnosis Covid atau bukan. Laporan pihak RS Keluarga ada yang menolak protokol pemusalarahan jenazah C-19 dan meminta bantuan ambulan gratis untuk membawa. Jangan sampai berurusan dengan kepolisian karena sudah diberikan peringatan. Nuwun," demikian isi pesan berantai yang tersebar di grup WA.
Dimintai klarifikasi mengenai kebenaran informasi isi pesan WA itu, Manajer Humas RS Kasih Ibu Surakarta dr Divan Fernandes mengamini kejadian tersebut. “Semalam memang ada penolakan pemakaman dengan protokol Covid-19. Namun, info yang kami punya (kepulangan pasien) tidak menggunakan ambulans. Menggunakan kendaraan pribadi,” jelasnya, Kamis (3/6).
Menurut Divan, pasien asal Gemolong, Sragen tersebut memang terkonfirmasi positif Covid-19. Ssehingga harus dimakamkan menggunakan protokol yang telah diatur guna mencegah penyebaran virus.
Namun, ketika tiba di rumah duka, pihak keluarga dapat dipahamkan untuk memakamkan sesuai protokol. "Saat ini sudah ditindaklanjuti sesuai SOP (standard operational procedure). Dari info terakhir yang kami dapat, sudah dibujuk oleh kepala desa setempat dan keluarga berkenan agar jenazah dimakamkan menggunakan prosedur Covid-19," terang Divan. (atn/wa/ria) Editor : Perdana Bayu Saputra