Salah satu yang menerima bantuan tenda adalah RSUD Dr Moewardi. Bantuan tenda itu diterima Minggu malam (27/6) dan didirikan guna menunjang tenda perawatan yang sebelumnya didirikan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surakarta atas instruksi dari pemprov.
"Benar ada penambahan tenda. Tambahannya satu dari Kemensos (Kementerian Sosial)," jelas Direktur RSUD Moewardi, Cahyono Hadi, Senin (28/6).
Hingga saat ini, tenda bantuan itu difungsikan untuk memfasilitasi pasien yang hendak masuk unit gawat darurat (UGD) rumah sakit setempat. Di tenda-tenda itu pasien yang hendak masuk UGD terlebih dahulu dicek untuk melihat apakah memiliki gejala Covid-19.
Jika dipastikan aman dari Covid-19 pasien bisa dirawat di UGD setelah daftar antrean pasien sebelumnya tertangani. "Antrean di UGD banyak. Jadi memang harus dipilah dan ditambah dengan fasilitas tenda darurat ini. Tujuannya agar pasien tidak terabaikan karena di tenda itu juga ada fasilitas medis penunjangnya," terang Cahyono Hadi.
Tenda bantuan dari pemerintah pusat itu juga diterima oleh RSJD dr Arif Zainudin Surakarta. Bedanya, tenda darurat di rumah sakit ini digunakan untuk melayani vaksinasi. Tenda bantuan dari Kemensos itu dimanfaatkan untuk lokasi tunggu peserta vaksinasi.
"Jumlah peserta vaksinasi harian di sini (RSJD) masih tinggi, per hari sekitar 300 peserta. Senin (28/6) ini saja sekitar 350 peserta vaksin. Rinciannya 250 peserta dari kelompok usia 18-49 tahun dari dinkes. Kemudian vaksinasi untuk ODGJ 100 peserta, dan 50 lainnya bagi nakes RSJD," terang Kepala Instansi Humas dan Pemasaran RSJD dr Arif Zainudin Surakarta, Dedy Ariwidiyanto.
Meski masih dimanfaatkan sebagai sarana penunjang vaksinasi, tidak menutup kemungkinan tenda itu dimanfaatkan menjadi sarana pelayanan penunjang perawatan pasien Covid-19. Ini dilakukan jika terjadi lonjakan pasien Covid-19, mengingat rujukan pasien positif ke RSJD terbilang cukup tinggi.
"Kalau ada lonjakan nanti kami mintakan bantuan tenda lagi. Jadi pemanfaatannya sebagai ruang tunggu pasien sebelum menerima perawatan. Kalau perawatannya kami masih memiliki kapasitas ruangan (isolasi dan ICU). Saat ini sudah ada 56 kamar isolasi dan tujuh kamar ICU untuk pasien Covid-19. Ini lebih tinggi karena awalnya hanya menyediakan 50 kamar untuk perawatan pasien Covid-19," ucap Dedy.
Pemanfaatan berbeda juga dilakukan manajemen RSUD Bung Karno. Tenda bantuan dari Kemensos saat ini digunakan untuk pelayanan swab di rumah sakit tersebut. "Tapi tidak menutup kemungkinan jika diperlukan juga bisa dimanfaatkan untuk ruang tunggu pasien atau lainnya," jelas Direktur RSUD Bung Karno dr Wahyu Indianto.
Bantuan tenda sama juga diterima RSUI Kustati. Meski demikian, bantuan tenda dari pemerintah pusat itu belum dimanfaatkan karena masih perlu diinstal dengan sejumlah peralatan medis penunjang lainnya. "Mungkin baru besok atau lusa karena juga masih perlu mempersiapkan sarpras penunjang lainnya. Nanti akan dimanfaatkan untuk skrining pasien masuk,” jelas Humas RSUI Kustati Tri Mulyani. (ves/bun/dam) Editor : Damianus Bram