Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Kasus Covid Melonjak, Disdik: Belanja BPMKS Online, Siswa Tinggal Klik

Damianus Bram • Kamis, 1 Juli 2021 | 17:38 WIB
SISTEM ONLINE: Siswa penerima BPMKS menunjukkan kartunya pada saat pembagian kartu BPMKS sebelum pandemi. Saat ini ditengah kasus Covid-19 yang melonjak BPMKS menggunakan sistem online. (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)
SISTEM ONLINE: Siswa penerima BPMKS menunjukkan kartunya pada saat pembagian kartu BPMKS sebelum pandemi. Saat ini ditengah kasus Covid-19 yang melonjak BPMKS menggunakan sistem online. (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)
SOLO Bantuan Pendidikan Masyarakat Kota Surakarta (BPMKS) untuk siswa keluarga miskin (gakin) mulai disalurkan. Mekanismenya hampir sama dengan tahun lalu, namun saat ini dilakukan dengan system belanja online. Siswa tinggal melihat dan memilih barang sesuai kebutuhan di katalog belanja.

Sekertaris Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Surakarta Dwi Ariyatno mengungkapkan, kebijakan umum BPMKS itu masih berjalan. Ini merupakan upaya untuk membantu siswa gakin. Agar mereka bisa membeli perangkat penunjang belajar. Namun, ada beberapa perubahan karena masalah skema.

Sebelumnya pernah diberikan secara tunai. Namun, setelah dievaluasi penggunaannya tidak untuk perangkat penjunjang belajar. Akhirnya dua tahun lalu, prosesnya dengan mekanisme kartu untuk belanja ke toko mitra.

"Namun imbas pandemi Covid-19, polanya sudah kami ubah dari tahun lalu. Pakai sistem belanja online. Jadi toko mitra nanti akan mendapatkan pesanan dari siswa jenjang SD dan SMP yang mendapatkan BPMKS. Totalnya ada 30 toko mitra di Kota Solo. Nominalnya juga berbeda. SD ada Rp 225 ribu dan SMP Rp 300 ribu," bebernyaRabu (30/6).

Terkait mekanismenya, siswa punya username dan password. Lalu siswa tinggal login dan pesan di aplikasi BPMKS. Nanti, di aplikasi sudah tertera perangkat penungjang belajar. Semacam ada katalog. Sebab, evaluasi tahun kemarin siswa tidak memiliki cukup informasi terkait barang yang tersedia.

Saat ini sudah ada toko mitra apa, spesifikasi barangnya seperti apa, dan sebagainya. Para siswa boleh memilih sesuai dengan kebutuhannya. Boleh juga di beberapa toko. Namun, nanti total belanja maksimal sesuai bantuan yang diberikan. Setelah barang dipesan, akan langsung dikirim ke sekolah siswa pemesan. Kemudian siswa berhak untuk memastikan apakah barangnya sesuai atau tidak.

"Kemudian baru ada yang namanya approval alias memberikan kepastian bahwa barang tersebut sudah diterima anak. Lalu rekening yang ada di virtual account itu difasilitasi oleh Bank Jateng yang akan mengirimkan uang belanja ke rekening toko mitra," ujarnya.

Selain itu, bagi siswa yang terkendala dengan perangkat dan pemahaman perangkat online, operator sekolah siap mendampingi. Dibuat mekanisme seperti ini karena masa pandemi ini ada kaitannya dengan mobilitas.

"Jika sekian puluh ribu siswa datang ke toko itu bisa beresiko. Dengan mekanisme ini, harapannya program BPMKS tetap jalan sekaligus keamanan dan kenyamanan tetap terjamin," jelasnya.

Kepala SMPN 1 Surakarta Sutarmo mengungkapkan, ada 153 siswa yang mendapatkan BPMKS. Ada beberapa siswa yang memesan secara mandiri dengan perangkatnya masing-masing. Namun, kebanyakan meminta tolong ke sekolah untuk membantu pemesanan.

"Jadi kami ada tim khusus untuk membantu terkait BPMKS. Nanti orang tua atau siswa tinggal milih mau belanja apa dan di toko mitra mana. Kemudian tim dari sekolah memproses, setelah itu tinggal nunggu barangnya dikirim. Setelah sampai, tim akan menginformasikan kepada anak untuk segera diambil. Orang tua atau siswa yang kemari itu dijadwalkan. Agar tidak terjadi kerumunan. Saat ini sudah ada lima yang belanja dan satu dikirim. Sementara itu, BPMKS sudah mulai minggu kemarin," ungkapnya.

Guru Bimbingan dan Konseling MTsN 2 Surakarta Rahmawati mengatakan, per anak dapat Rp 300 ribu. Ada 27 siwa, ini mencakup kelas IX yang sudah lulus. "Sudah ada barang yang datang. Namun, sebagian belum datang. Siswa bersangkutan tinggal mengambil di madrasah. Di pesanannya pun tertera label order. Ada nama toko mitra,siswa, dan sekolah. Serta nomor referensi dan NIK (nomor induk kependudukan)," katanya. (nis/bun/dam)

  Editor : Damianus Bram
#Program BPMKS Lewat Aplikasi Online #Pandemi BPMKS Online Diterapkan #dinas pendidikan solo #BPMKS Sistem Online