"Ambulans kosong kon mubeng-mubeng dinggo medeni wargane ben dikiro sing kenek corona ben dino positif tambah terus (ambulans kosong keluar berputar-putar untuk menakuti warga, biar dikira yang kena positif korona tiap tambah terus). Sory ra ngefek neng kampungku, ambulans wae kon lewat ngarep omahku sopire tak jak mletre sopire tak kek'i vaksin. (maaf tidak mempan di kampungku. Ambulans suruh lewat rumahku, sopirnya aku ajak minum, sopirnya saya kasih vaksin),” tulis kontroversial KR.
Usai mengetahui adanya cuitan tersebut, Ketua Persatuan Driver Ambulans Soloraya (Pedas) Nanang Khoironi mengatakan, pihaknya dan para driver ambulans langsung meminta klarifikasi dari pemilik akun tersebut. Setelah melakukan pencarian, pemuda pemilik akun tersebut akhirnya bisa ditemukan, lantas dibawa ke Mapolsek Jebres untuk dimediasi.
Akhirnya, pemuda tersebut minta maaf dan menandatangani surat pernyataan bermaterai. "Dia sudah mengakui salah dan siap menerima konsekuensi hukum jika mengulangi lagi. Sudah selesai setelah menandatangani surat pernyataan," papar Nanang.
Ia menambahkan dalam mediasi tersebut, pemuda itu mengaku melihat ambulans kosong menyalakan sirene dan strobo sekitar dua hari lalu. Padahal, ambulans itu sedang menjemput pasien ke sebuah rumah, sehingga sirene dan strobo dinyalakan agar penanganan pasien bisa cepat.
"Kata dia sopir mau diajak mletre dan diberi vaksin. Setelah saya tanya mletre itu diajak mabuk (minuman keras)," papar dia.
Sementara itu, Kapolsek Jebres Kompol Suharmono mewakili Kapolresta Surakarta Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak mengatakan, persoalan itu sudah selesai secara kekeluargaan.
"Polisi memediasi dua belah pihak dan berakhir dengan surat pernyataan di Mapolsek Jebres. Saya berharap hal serupa tidak kembali terjadi di Kota Solo," pungkasnya. (atn/nik/dam) Editor : Damianus Bram