Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Prosesi Pemakaman KGPAA Mangkunegara IX Diiringi dengan Gending Jawa

Damianus Bram • Senin, 16 Agustus 2021 | 01:35 WIB
BROBOSAN: Proses pemakaman KGPAA Mangkunegara IX dengan menggunakan adat Jawa dan diiringi dengan Gending Jawa. (M. IHSAN/RADAR SOLO)
BROBOSAN: Proses pemakaman KGPAA Mangkunegara IX dengan menggunakan adat Jawa dan diiringi dengan Gending Jawa. (M. IHSAN/RADAR SOLO)
SOLO - Meninggalnya Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (KGPAA) Mangkunegara IX tidak hanya membuat keluarga Mangkunegaran kehilangan, namun juga masyarakat Surakarta.

Dalam pantauan Jawa Pos Radar Solo, pelayat baik dari keluarga hingga kerabat terus berdatangan di Pura Mangkunegaran. Tak hanya itu saja, para warga juga memberikan penghormatan terakhir dengan berdiri di sepanjang koridor jalan Diponegoro.

Sejak dimulai prosesi pemakaman pada pukul 10.00 pagi, para abdi dalem langsung menabuh Gending Menyan Kobar, Gending Kaler Megeng, serta Gending Renyep. Terlihat suasana sedih ketika para sinden menembang. Beberapa diantaranya sampai mengusap air mata yang jatuh ke pipi.

Saat peti diangkat Senopati Lampah dari nDalem Ageng, para kerabat yang datang terlihat menundukkan kepala. Didepan Pendopo Ageng, acara Brobosan dimulai dengan diawali oleh Gusti Kanjeng Putri Mangkunegara IX diikuti keempat anaknya serta para cucu dan putra-Putri dalem lainya.

Saat ambulance mulai bergerak meninggalkan Pura Mangkunegaran, para abdi dalem menabuh gending Ketawang mengiringi kepergianya menuju Astana Girilayu, Matesih, Kabupaten Karanganyar.

Butuh waktu kurang lebih satu jam, rombongan pembawa jenazah KGPAA Mangkunegara tiba di Astana Girilayu, Matesih, Karanganyar. Jenazah tiba sekitar pukul 11.00 dengan menggunakan ambulan. Setelah itu jenazah langsung diturunkan dan diangkat oleh sejumlah prajurit Mangkunegaran. Terlihat prosesi pemakaman dilakukan seperti prosesi pemakaman adat Jawa pada umumnya.


Meski demikian, lantaran masih dalam kondisi pandemi Covid-19, sejumlah warga yang ingin melihat langsung prosesi pemakaman tidak diperbolehkan. Hanya pihak keluarga dari Pura Mangkunegaran serta sejumlah perwakilan dari kerabat saja yang diperbolehkan masuk.


Proses pemakaman sendiri dilakukan selama kurang lebih 30 menit dengan dipimpin oleh petugas dari Wedono Satrio yang mengurusi pemakaman di Komplek Astana Girilayu. Selanjutnya, dilakukan doa oleh keluarga Pura Mangkunegaran.


Juru Kunci Astana Girilayu, Hadi Suyamto mengatakan, bagi masyarakat yang akan bertakziah untuk KGPAA Mangkunegoro IX, pihaknya mempersilahkan.  Hanya saja masyarakat yang ingin melakukan takziah harus menuruti ketentuan yang berlaku yakni tidak boleh bergerombol dan harus memenuhi protokol kesehatan (prokes).


“Mboten (tidak-red) dibatasi mas, silahkan kalau mau takziah setelah selesai pemakaman, dari pihak keluarga juga sudah mempersilahkan tapi sesuai dengan aturan yang ada,” terang Hadi. (atn/rud/dam)

Editor : Damianus Bram
#KGPAA Mangkunegara IX #KGPAA Mangkunegara IX Meninggal Dunia #Pemakaman KGPAA Mangkunegara IX di Astana Girilayu #Pura Mangkunegaran #Pemakaman Mangkunegara IX Diiringi Gending Jawa