Jasamarga Solo Ngawi (JSN) sebagai pengelola ruas Jalan Tol Solo-Ngawi menggandeng ahli untuk mengkaji dan meneliti kondisi bangunan perlintasan jalan tol segmen Kartasura-Karanganyar. Penelitian ini berlangsung selama tiga bulan, dimulai sejak awal Juli hingga September. Ini sangat bermanfaat untuk proses mitigasi dan update pengetahuan serta temuan baru terhadap konstruksi, pengoperasian, dan pemeliharaan jalan tol.
"Kegiatan ini dilakukan untuk meneliti lebih jauh kondisi struktur bangunan perlintasan jembatan, overpass, dan underpass. Serta perkerasan di Jalan Tol Solo-Ngawi, khususnya segmen Kartasura - Karanganyar," ungkap Direktur Utama JSN Arie Irianto kepada Jawa Pos Radar Solo, kemarin.
Arie menyebut, penelitian ini diharapkan mampu memberikan masukan bagi JSN agar dapat terus meningkatkan kualitas pelayanan dan pemenuhan standar pelayananan minimal (SPM). Untuk meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan tol.
"Kami akan selalu terbuka terhadap ide dan masukan dari pihak luar, seperti perguruan tinggi, praktisi, pakar dan kalangan masyarakat untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan bagi pengguna jalan tol," sambungnya.
Penelitian ini dipimpin langsung oleh ahli Nonlinear Finite Element Analysis, Structure Dynamic and Earthquake Engineering Universitas Gajah Mada (UGM), Bambang Suhendro bersama dua timnya dari Teknik Sipil UGM. Tim melakukan serangkaian tinjauan dan pengujian terhadap struktur bangunan jalan dan jembatan di ruas Jalan Tol Solo-Ngawi.
Lokasi yang dicermati ada delapan jembatan utama, yaitu Jembatan Bengawan Solo, Jembatan Kali Pepe 1, 2, 3 dan 4. Kemudian Jembatan Sawahan, Jembatan Gondangrejo dan Jembatan 502. Selain itu, juga dilakukan pengamatan pada 24 overpass, 27 underpass, dan perkerasan mainroad dari Km 492+040 hingga Km 513+750 di kedua arah ruas Tol Solo-Ngawi.
"Berdasarkan kunjungan awal yang kami dilakukan, terdapat beberapa lokasi jembatan yang perlu dilakukan treatment lebih lanjut. Seperti tes beban pada beberapa jembatan untuk mengetahui ketahanan terhadap beban yang melintas di atas jembatan," beber Bambang Suhendro.
Menurutnya, seperti pada Jembatan Bengawan Solo, Jembatan Kali Pepe 1 dan 3 seharusnya dapat memiliki usia pelayanan mencapai 50 tahun, namun perlu dilakukan pengetesan lebih lanjut untuk membuktikannya.
"Dalam penelitian ini, tim akan melakukan pengamatan secara visual terhadap komponen dan elemen jembatan, overpass, underpass, serta mainroad secara mendetail. Kemudian di tahap selanjutnya akan dilakukan pengujian menggunakan beberapa alat uji seperti Schmidt Hammer Test, Ultrasonic Pulse Velocity, dan uji frekuensi jembatan untuk mengetahui ukuran secara pasti," jelasnya. (aya/bun/dam)
Penelitian Bangunan Tol Solo-Ngawi
24 Overpass
27 Underpass
Delapan Jembatan
- Jembatan Bengawan Solo
- Jembatan Kali Pepe 1, 2, 3 dan 4
- Jembatan Sawahan
- Jembatan Gondangrejo
- Jembatan 502
Perkerasan Mainroad
Dari Km 492+040 hingga Km 513+750
Temuan Awal
- Terdapat beberapa lokasi jembatan perlu dilakukan treatment lebih lanjut
- Salah satunya tes beban jembatan untuk mengetahui ketahanan terhadap beban yang melintas diatas jembatan
Sumber: JSN Editor : Damianus Bram