“Untuk QR Code, kami maasih tahap pengajuan ke Kepala Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan,” tutur Kepala UPT Taman Balekambang Sumeh kepada Jawa Pos Radar Solo, kemarin (6/9).
Bukti telah mendapat vaksinasi dapat ditunjukkan dengan sertifikat sesuai dengan identitas pengunjung. Mereka juga wajib mengaktifkan aplikasi PeduliLindungi.
"Patuh protokol kesehatan (prokes) sebelum memasuki area wisata tidak bisa ditawar. Jumlah pengunjung juga dibatasi. Maksimal 25 persen dari kapasitas pengunjung. Sekitar 10-15 ribu orang. Anak-anak di bawah 5 tahun, lansia di atas 60 tahun, serta ibu hamil masih dilarang masuk," urai Sumeh.
Sebelumnya, pengelola Taman Balekambang telah menyelenggarakan simulasi operasional, Rabu (1/9). Menampilkan pentas ketoprak dan sendra Tari Ramayana secara live streaming. Setiap seniman yang terlibat didalamnya, harus patuh prokes.
Selama simulasi, tingkat kunjungan ke Taman Balekambang masih rendah. Pada hari pertama, tercatat hanya 35 orang. Naik lima orang pada hari kedua, sedangkan hari ketiga sebanyak 136 pengunjung, dan Minggu (5/9) sebanyak 602 pengunjung.
Mencegah kerumunan, pengunjung dibagi menjadi beberapa sif. Tiap sif maksimal dua jam. Petugas keamanan menutup gerbang masusk Taman Balekambang selama jatah waktu kunjungan pada sif pertama belum habis. (mg6/mg8/aya/wa/dam) Editor : Damianus Bram