Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Vaksinator Sri Mulyani: Usir Kekhawatiran demi Kepentingan Publik

Damianus Bram • Kamis, 30 September 2021 | 16:45 WIB
Ilustrasi pelaksaan vaksinasi Covid-19 di Keraton Kasunanan Surakarta, beberapa waktu lalu. (SILVESTER KURNIAWAN/RADAR SOLO)
Ilustrasi pelaksaan vaksinasi Covid-19 di Keraton Kasunanan Surakarta, beberapa waktu lalu. (SILVESTER KURNIAWAN/RADAR SOLO)
SOLO Suksesnya percepatan vaksinasi tak bisa dilepaskan dari peran vaksinator. Dalam sehari, mereka bisa menyuntikkan vaksin kepada ratusan orang. Lelah? Sudah pasti. Tapi semuanya terbayar dengan rasa bangga karena terlibat langsung dalam penanganan pandemi.

Itulah yang dirasakan Sri Mulyani. Tenaga kesehatan Rumah Sakit Tingkat III Slamet Riyadi Surakarta yang bertugas sebagai penanggung jawab sentra vaksinasi Keraton Kasunanan Surakarta.

Bertugas sejak 20 September lalu, Mulyani dan timnya telah menyuntikkan ribuan dosis vaksin. “Di sentra vaksinasi Keraton Kasunanan ada tiga tim vaksinator. Tiap timnya terdiri beberapa orang. Jadi kalau sasaran per harinya 1.000 orang, tiap vaksinator bisa menyuntikkan ratusan dosis vaksin,” terang, kemarin.

Intensitas kerja vaksinator di sentra vaksinasi, lanjut Sri Mulyani, jauh lebih tinggi dibandingkan di lokasi lain. Ketika ditugaskan vaksinasi di hotel atau perkantoran, dalam sehari Mulyani vaksin kepada sekitar 100 hingga 300 orang. Tapi di sentra vaksinasi, bisa dua kali lipatnya bahkan lebih.

“Hari pertama sekitar 600 orang, hari kedua 800 orang, kemudian hari ketiga sampai sekarang rata-rata di atas 1.000 orang yang divaksin. Targetnya memang 15 ribu sasaran selama 15 hari vaksinasi,” beber dia.

Photo
Photo
Foto Sri Mulyani, petugas vaksinator.

Adakah perbedaan teknis vaksinasi di sentra vaksinasi dengan lokasi lain? Sri Mulyani menegaskan tidak ada. Sebab semua tahapan vaksinasi harus melalui pendaftaran, skrining, verifikasi, penyuntikan vaksin, dan monitoring kejadian ikutan pasca imunisasi (Kipi). Di luar itu semua yang membedakan adalah jumlah peserta yang harus divaksinasi.

“Rasanya ya memang melelahkan dan sumuk (gerah). Namun sebagai vaksinator, kami selalu semangat menuntaskan tugas, apalagi kalau melihat masih ada antrean. Jadi ya dinikmati saja, karena itu memang sudah menjadi tugas dalam melayani masyarakat,” ungkap dia.

Diakui Sri Mulyani, bertugas sebagai vaksinator berisiko lebih besar terpapar korona. Tapi, kekhawatiran tersebut diredam demi kepentingan yang lebih besar, yakni mengutamakan kesehatan publik.

“Saya bangga diberi kepercayaan terlibat dalam penanganan Covid-19. Khususnya pimpinan saya, Kepala RST Slamet Riyadi, Letnan Kolonel Ckm dr. Ardiyanto Pramono,” terang dia.

Sri Mulyani mengaku mendapat banyak pengalamam luar biasa setelah aktif di sentra vaksinasi Keraton Kasunanan Surakarta. “Saya dapat mendukung langsung program vaksinasi yang dilakukan pemerintah, baik di lingkungan tempat tinggal, maupun saat saya menjalankan tugas sebagai seorang vaksinator,” pungkasnya. (ves/wa/dam) Editor : Damianus Bram