Koordinator Terminal Tipe A Tirtonadi Joko Sutriyanto mengaku, telah mengantisipasi potensi peningkatan mobitas penumpang maupun armada jelang Nataru. Sebab, geliatnya sudah mulai muncul.
"Jelang Nataru 2020 lalu dalam sehari armada keluar masuk hampir seribuan unit dengan penumpang hingga tiga ribu penumpang. Diprediksi Nataru tahun ini bisa naik 10-20 persen meski ada peniadaan libur libur bersama dan larangan mudik," kata dia saat ditemui di terminal setempat, Selasa (9/11).
Alasan itulah yang membuat pengelola Terminal Tirtonadi bakal mempertebal pengawasan. Caranya dengan rutin mengecek mobilitas armada yang keluar masuk terminal maupun mobilitas penumpangnya. Pengecekan dari segi armada bakal dipantau dari asal keberangkatan dan tujuan perjalanan. Sementara dari penumpang lebih ke izin perjalanan seperti ketetapan pemerintah, termasuk menggunakan aplikasi PeduliLindungi itu.
"Kami siapkan petugas yang siaga untuk memperketat pengawasan. Layanan swab antigen di terminal juga masih disiapkan, termasuk pelayanan lain yang mendukung pengawasan saat Nataru,” ujarnya.
Joko mengatakan, sebetulnya sebelum Nataru pengetatan pengawasan sudah dilakukan, mengingat sejumlah event pemerintah kota digelar di terminal. Seperti Keroncong Festival 2021 pada 7-8 November. Dan Journey of Rockin Solo yang direncanakan pada Desember nanti.
"Setiap kegiatan yang menggunakan Terminal Tirtonadi sudah dikoordinasikan dengan pemkot. Jadi pengawasan dan pelaksanaan dari dua pemkot, kami hanya memfasilitasi dan membantu pengawasan saja," beber Joko.
Salah seorang penumpang bus, Rahardian, 31, mengaku masih diminta petugas terminal untuk menggunalan aplikasi PeduliLindungi saat masuk terminal. Selain itu, juga diminta untuk melakukan pengecekan suhu, cuci tangan, dan lain sebagainya yang berkaitan dengan penerapan protokol kesehatan.
"Sejauh ini penerapan prokes masih ketat diterminal. Kalau ada yang tidak pakai masker kadang ditegur dan diberi tindakan disiplin. Seperti menyanyikan lagu Indonesia Raya atau membaca Pancasila," kata dia. (ves/mg4/bun/dam) Editor : Damianus Bram