Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Penataan Koridor Gatsu Ditolak, Komisi II: Belum Ada Komunikasi dengan Pedagang

Damianus Bram • Rabu, 22 Desember 2021 | 14:45 WIB
PENATAAN: Kawasan Gatsu dan Ngarsopuro bakal menjadi pusat UMKM dan kebudayaan seperti Malioboro, Jogja. (M. IHSAN/RADAR SOLO)
PENATAAN: Kawasan Gatsu dan Ngarsopuro bakal menjadi pusat UMKM dan kebudayaan seperti Malioboro, Jogja. (M. IHSAN/RADAR SOLO)
SOLO DPRD Kota Surakarta menilai penolakan penataan kawasan Ngarsopuro dan Koridor Gatot Subroto (Gatsu) dari para pedagang wajar terjadi. Itu karena pemkot kurang melakukan komunikasi dengan pedagang.

Demikian diungkapkan Ketua Komisi II DPRD Kota Surakarta Honda Hendarto. "Jangankan dengan para pedagang, dengan kami saja belum pernah. Saya tanya pimpinan juga tidak tahu, dengan teman komisi lain juga tidak ada yang tahu," ujarnya, Selasa (21/12).

Honda menegaskan, disinilah pentingnya komunikasi, karena semua pihak wajib tahu seperti apa konsep dan penataanya nanti. “Paling tidak sosialisasi. Semua diajak rembukan. Tidak bisa serta merta, pemkot punya wacana, terus mau tidak mau masyarakat harus menerima. Itu rentan terjadi penolakan," jelas dia.

Menyikapi beredarya gambar wacana penataan Ngarsopuro dan Koridor Gatsu, Honda mengaku sudah melihatnya. "Tapi yang tersebar itu perempatan Sar Pon, belum secara keseluruhan. Kami mengingatkan, bahwa sebuah program harus ada DED (detailed engineering design)-nya. Sejauh ini belum ada," tegas Honda.

Ditambahkannya, perlu analisis mendalam terkait penataan Koridor Gatsu. Antara lain soal dampak lingkungan, dampak lalu lintas, dan sebagainya.

"Yang cerita kan tidak perlu pak wali. Pak wali dalam menjalankan tugasnya punya pendamping, yaitu OPD (organisasi perangkat daerah), itu pun tidak pernah cerita. Dalam pembahasan APBD 2022 kemarin juga tidak dibahas itu. Jadi itu (penataan Koridor Gatsu) anggaranya tidak masuk dalam APBD Kota Solo tahun depan," urai Honda.

Politisi PDIP ini memperkirakan anggaran penataan Koridor Gatsu berasal dari pusat. Meski begitu, pusat tidak begitu saja membantu pemkot tanpa adanya komunikasi dan koordinasi seluruh stakholder, baik itu dari eksekutif, legislatif, maupun masyarakat.

Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Kota Surakarta Y.F Sukasno mendukung rencana wali kota menghidupkan Koridor Gatsu yang terhubung dengan Ngarsopuro .

"Dari sisi infrastruktur sudah memenuhi syarat. Bebas instalasi listrik dan telepon. Tinggal peran serta para pemilik toko yang difasilitasi oleh DPUPR untuk menambahkan  kanopi yang terkonsep, sehingga pejalan kaki lebih nyaman dan bisa berlama lama menikmati  suasana di situ," tuturnya. (atn/wa/dam) Editor : Damianus Bram
#Koridor Gatsu #DPRD Kota Surakarta #Penataan Ulang Koridor Gatsu #Komisi II DPRD Kota Surakarta #honda hendarto