Kabid Lalulintas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surakarta Ari Wibowo mengatakan, penutupan ruas jalan utama Kota Solo ini merupakan kewenangan sepenuhnya dari kepolisian.
"Kami mengikuti dan menyesuaikan saja. Kami tinggal menyiapkan barikade saja. Teknis penutupan sama seperti saat pemberlakuan PPKM level 4 dan 3 beberapa bulan lalu," jelas Ari.
Ari mengatakan, masyarakat juga harus paham penutupan ini demi mencegah kerumunan. Event car free night (CFD) juga ditiadakan. Dishub juga bakal menyiagakan personel di CC Room selama 24 jam untuk memonitor pergerakan arus di Kota Bengawan.
Dishub juga menyiapkan tim patroli kota hingga patroli prasarana lalulintas serta menyiagakan kayanan derek selama 24 jam. Soal titik rawan macet pada malam tahun baru diprediksi ada di beberapa kawasan. Sepeti Panggung, palang Balapan, Simpang Joglo, Kleco, Flyover Purwosari, serta kawasan wisata, perbelanjaan, hingga spot publik. "Ketika ada penguncian arus kami lakukan intervensi Appil," urai Ari.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Surakarta Arif Darmawan mengatakan, sejumlah titik yang kerap menjadi lokasi nongkrong malam tahun baru, di antaranya Jalan Slamet Riyadi hingga bundaran Pasar Gede, Plaza Manahan, Stadion Sriwedari, dan Plaza Balai Kota. Kemudian taman cerdas, alun-alun, maupun jalan-jalan protokol lain.
“Meski sudah ada larangan, pasti tempat-tempat itu ramai. Kami akan membubarkan dan membagikan masker untuk yang tidak pakai masker.Kami patroli gabungan di jalan-jalan protokol. Kalau di kelurahan, petugas linmas yang akan patroli,” katanya.
Terpisah, Walikota Surakarta Gibran Rakabuming Raka mengatakan, Alun-Alun Kidul Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat akan ditutup pada malam tahun baru nanti. Hal ini sesuai dengan hasil kesepakatan dengan unsur Forkimpimda se-eks Karesidenan Surakarta pekan lalu. (atn/bun) Editor : Damianus Bram