Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah Jawa Tengah Cakra Nagara mengatakan, bantuan alat berat berupa satu unit bulldozer dan satu unit ekskavator senilai Rp 4,4 miliar.
Dukungan ini sesuai Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 35 Tahun 2018 tentang Percepatan Pembangunan Instalasi Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan, di mana pemerintah pusat memiliki kewajiban membantu percepatan realisasinya.
“Solo menjadi salah satu dari 12 kota yang menjadi proyek percepatan itu, maka Kemen PUPR mendukung terwujudnya PSEL dengan mengalokasikan anggaran untuk pengadaan pengelolaan alat berat di TPA Putri Cempo. Anggarannya dari APBN 2021," urainya dalam serah terima bantuan alat berat, Senin (10/1).
Untuk diketahui, kerja sama antara pemerintah dengan PT Solo Citra Metro Plasma Tower yang dimulai sejak 2016 dalam realisasi PSEL telah mencapai tahap kontruksi.
Di sisi lain, Cakra mengakui ada sejumlah kendala dalam pelaksanaan proyek tersebut. Mulai dari usia teknis TPA yang sudah habis sejak 2010, hingga rusaknya sebagian alat berat di TPA Putri Cempo. Sebab itu perlu adanya kolaborasi antara pemeritah pusat, daerah, maupun lainnya dalam mewujudkan PSEL.
"Sampah di sini semakin menumpuk dengan sisa usai yang sudah selesai. Makanya perlu direduksi agar menjadi sumber energi lainnya yang bisa dimanfaatkan," terang Cakra.
Mewujudkan PSEL, dilakukan kolaborasi antara Kementerian ESDM untuk instalasi pembuatan listriknya, Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) untuk mitigasi sampah masuk ke aliran sungai.
Sedangkan Kemen PUPR melakukan pengalihan jalur sungai agar tidak tercemari sampah (Cipta Karya) dan pembuatan jalan-jembatan (Bina Marga). "Ini upaya kolaborasi dalam pengentasan masalah sampah di Kota Solo," jelasnya.
Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka mengatakan, PLTSa Putri Cempo akan beroperasi pada April mendatang. Dengan dimulainya pengolahan sampah menjadi tenaga listrik, urusan persampahan yang menggunung di TPA Putri Cempo diperkirakan rampung pada sepuluh tahun mendatang.
“April jalan. Nanti semester kedua alatnya datang lagi. Masalah sampah menggunung akan selesai. Nanti setelah sepuluh tahun kita kehabisan sampah, malah mendatangkan sampah dari daerah lain se-Solo Raya,” ungkap wali kota. (ves/wa/dam) Editor : Damianus Bram