Pemkot menilai kekhawatiran pedagang bisa diatasi dengan rencana pembangunan pasar mebel baru di eks Bong Mojo pada tahun depan.
Untuk diketahui, pedagang menolak konsep penataan yang dipilih pemkot lantaran tak semua pedagang bisa menempati kembali area yang sudah puluhan tahun digunakan untuk mencari rezeki.
"Solusi penolakan itu adalah memindahkan pasar mebel lama ke eks Bong Mojo, Jebres. Sudah saya carikan solusinya, mau saya bangunkan baru. Nanti saya komunikasi terus biar tidak ada yang dirugikan," terang Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka, Rabu (12/1).
Menurut Gibran, konsep pembangunan Sentra IKM dinilai cocok untuk meningkatkan kualitas produksi mebel di kawasam setempat. Lokasi tersebut bakal dilengkapi ruang pamer, ruang produksi, ruang jual beli, gudang, serta ruang produksi yang didesain khusus untuk mengeringkan kayu.
“Produksi nanti di situ, workshop, dan ruang pamer. Kami juga rancang agar bersistem perlindungan api. Jadi bisa memaksimalkan potensi produksi mebel. Bisa naik kelas," ungkapnya.
Kepala Dinas Perdagangan Kota Surakarta Heru Sunardi menambahkan, untuk mendukung Sentra IKM Mebel, pemkot membangun pasar mebel di eks Bong Mojo. Kedua infrastruktur itu akan saling menunjang. Mengingat sebagian pedagang mebel tetap berada di Gilingan dan lainnya ke pasar mebel yang baru.
"Saat ini, jumlah pedagang di pasar mebel Gilingan sebanyak 85 orang. Ya kalau pedagang ini naik kelas, tentu bisa ke Sentra IKM Gilingan. Mereka yang di sana harus memenuhi standar kurasi karena barangnya wajib berstandar ekspor," papar Heru. (ves/wa/dam) Editor : Damianus Bram