Basuki Tjahjono, ketua pokdarwis Kelurahan Sudiroprajan mengatakan, sejatinya waktu operasional perahu wisata kembali aktif sejak Sabtu (12/2) lalu. Hanya saja karena kondisi hujan, akhirnya baru dioperasionalkan kembali untuk menampung wisatawan sehari kemudian (13/2). Oleh sebab itu operator perahu mulai mempersilakan wisatawan untuk menikmati suasana susur sungai di malam hari.
"Kemarin operasional perahu wisata dihentikan karena menyesuaikan lampion yang dimatikan sepekan. Karena lampionnya bisa nyala kembali, akhirnya operasional perahu juga kembali aktif," jelasnya kepada Jawa Pos Radar Solo kemarin.
Sama seperti sebelumnya, wisata perahu mulai dibuka untuk publik pada pukul 18.00-22.00. Jumlah perahu yang dioperasionalkan masih sama, yakni dua perahu sedang dengan kapasitas masing-masingnya sebanyak enam penumpang. Para wisatawan bisa menikmati suasana Kali Pepe di malam hari dengan membayar Rp 10.000.
"Izin operasional perahu wisata kan sudah keluar sejak awal, jadi dari berbagai pihak dan pemerintah kota. Off sementara kemarin hanya menyesuaikan dengan aturan dimatikannya lampion di kawasan Pasar Gede kemarin. Bagi masyarakat yang ingin menjajal perahu wisata, silahkan datang," terang Basuki.
Disinggung soal fenomena mulai rutin turun hujan, Pokdarwis Sudiroprajan mengaku perahu wisata hanya beroperasi saat hari cerah atau aliran sungai tenang. Jika cuaca buruk dengan situasi hujan di sekitar lokasi, maupun hujan lebat di daerah hulu, maka wisata perahu akan dihentikan sementara waktu. "Rencananya perahu wisata dioperasikan sampai Cap Go Meh. Untuk keamanannya ada Sibat Sudiroprajan yang standby setiap saat," pungkasnya. (ves/nik/dam) Editor : Damianus Bram