Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Operasi Pasar Minyak Goreng, Pembeli Wajib Bawa KTP dan Jari Dicelup Tinta

Damianus Bram • Kamis, 24 Februari 2022 | 13:45 WIB
OPERASI PASAR: Warga Mojosongo berbondong-bondong antre mendapat 2 liter minyak goreng dengan harga murah kemarin (23/2). (M. IHSAN/RADAR SOLO)
OPERASI PASAR: Warga Mojosongo berbondong-bondong antre mendapat 2 liter minyak goreng dengan harga murah kemarin (23/2). (M. IHSAN/RADAR SOLO)
SOLO – Untuk mengendalikan harga minyak goreng (migor) di pasaran, pemkot menggelar lima kali operasi pasar di seluruh kecamatan hingga sebulan ke depan. Operasi pasar (OP) pertama di kawasan Mojosongo kemarin diserbu warga.

Salah seorang warga Titin Mulyati, 62, mengaku senang dengan program minyak murah dari pemerintah. Pedagang gorengan ini kini bisa menyisihkan sedikit uangnya untuk jajan sang cucu.

"Sangat terbantu. Harga minyak goreng di warung masih Rp 18 ribu, kalau ada yang lebih murah Rp 14 ribu seperti ini ya saya ikut antre. Lumayan selisih Rp 4 ribu bisa buat jajan cucu saya," kata warga Kampung Batang Tengah, Mojosongo itu.

Titin yang satu ini datang pagi-pagi setelah mendapat kabar dari seorang kawannya. Dia antre dengan kupon bernomor 18 sebelum akhirnya mendapat minyak murah itu. Meski hanya boleh membeli dua liter migor dengan harga Rp 14 ribu, nenek yang satu ini merasa bersyukur karena bisa sedikit terbantu agar tetap bisa menjalankan usaha gorengan yang telah dirintis sejak dua tahun ini.

"Saya tiap hari jualan timus goreng dititipkan di wedangan-wedangan. Kalau harga minyak masih tinggi untuknya mepet, pas-pasan, kadang malah tidak untung. Makanya saya ikut datang di sini biar dapat minyak murah," jelas dia.

Meski harus mengantre cukup lama hingga kakinya capek, Titin mengaku lega bisa membawa pulang minyak yang saat ini harganya masih tinggi dipasaran. Dia pun mengapresiasi cara pemerintah dalam menggelar operasi pasar itu lantaran tiap orang diwajibkan membawa data diri (KTP) dan mencelupkan jari pada tinta seperti usai memberikan suaranya saat pemilu. "Belinya pakai cap, jadi tiap orang ya cuma bisa beli sebanyak yang sudah ditentukan," kata dia.

Seorang ibu rumah tangga lainnya, Sri Lestari juga merasa untung bisa membeli minyak murah itu. Berbeda dengan Titin yang menggunakan minyak untuk kebutuhan usaha, Sri Lestari hanya memakainya untuk keperluan rumah tangga. Kini dia mulai membiasakan mengurangi konsumsi minyak di keluarganya. Namun karena ada program operasi pasar yang kebetulan juga tak jauh dari rumahnya, dia ikut datang agar bisa membawa pulang dua liter minyak dengan harga Rp 14 ribu per liter itu.

"Dapat info dari saudara saya, kebetulan minyak di rumah pas habis jadi ya ikut datang saja. Lumayan lah kalau dapat Rp 14 ribu soalnya kalau beli di indomart sering kehabisan jadi terpaksa beli di warung Rp 16-18 ribu," ucap dia.

Program operasi Pasar dengan menyediakan minyak premium dengan harga Rp 14 ribu ini telah dijadwalkan untuk digelar di setiap kecamatan dalam lima pekan ke depan. OP pertama di Mojosongo kemarin, pemkot menyiapkan 2.400 liter migor untuk setiap kecamatan. Hal ini dilakukan guna menjaga kestabilan harga minyak goreng di pasaran yang saat ini masih di atas ketentuan yang ditetapkan pemerintah.

"Ada lima kali penjadwalan OP. Mulai Rabu (23/2) sampai sebulan ke depan. Tujuannya untuk mengatasi kelangkaan minyak di pasaran dengan harga yang masih tinggi. Harapnnya harga bisa segera kembali normal," kata Kepala Dinas Perdagangan Kota Surakarta Heru Sunardi. (ves/mg3/bun)  Editor : Damianus Bram
#Program Operasi Pasar #Dinas Perdagangan Kota Surakarta #Disdag Kota Surakarta #operasi pasar minyak goreng