Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Bhre Sebagai Mangkunegara X: Peran Permaisuri Besar, Bisa Libatkan Paundra 

Damianus Bram • Kamis, 3 Maret 2022 | 14:00 WIB
BERDUKA: GPH Paundarkarna Sukmaputra Jiwanegara (kiri) dan GPH Bhre Cakrahutomo Wira Sudjiwo (kanan) saat pemakaman KGPAA Mangkunegara IX di Astana Girilayu, Karanganyar, Minggu (15/8/2021). (ISTIMEWA)
BERDUKA: GPH Paundarkarna Sukmaputra Jiwanegara (kiri) dan GPH Bhre Cakrahutomo Wira Sudjiwo (kanan) saat pemakaman KGPAA Mangkunegara IX di Astana Girilayu, Karanganyar, Minggu (15/8/2021). (ISTIMEWA)
SOLO – Penunjukan GPH Bhre Cakrahutomo Wira Sudjiwo menjadi penerus raja Mangkunegaran sudah diprediksi. Hal itu dia anggap sebagai peristiwa yang wajar mengingat keberadaan permaisuri sangat berpengaruh dalam penentuan suksesi.

Sejarawan Universitas Sebelas Maret Susanto mengatakan, berdasarkan literasi sejarah dari berbagai peristiwa pergantian kepemimpinan Pura Mangkunegaran, penerus Mangkunagara (MN) IX memang paling pas jika jatuh pada putra dari permaisuri saat ini.

“Saya kira sudah sejak lama arahnya memang ke Gusti Bhre, meski ada berbagai penafsiran lainnya. Secara logika ya putra dari permaisuri itulah yang berhak untuk menggantinya," kata Susanto saat dihubungi via telepon, kemarin (2/3).

Dalam perjalanan Pura Mangkunegaran, memang pergantian pemimpin itu diwarnai dengan berbagai fenomena. Seperti zaman dilantiknya MN VI untuk menggantikan MN V. Estafet kepemimpinan kala itu diberikan kepada adik MN V karena kala itu putra-putra MN V masih kecil.

Diteruskannya kepemimpinan ke adik MN V itu juga direstui dengan pengaruh besar ibu suri yang memiliki wibawa dan pengaruh besar dalam penunjukkan itu.

"Kala itu yang menjadi MN VI adalah adik dari MN V yang memiliki kemampuan dan kapasitas yang diperhitungkan dan memiliki reputasi tinggi karena mampu mengeloa keuangan istana Mangkunegaran. Kasus itu berbeda dengan yang dihadapi kali ini, jadi tidak mengherankan jika saat ini yang ditunjuk adalah putra dari permaisuri," tegas Susanto.

Soal dua nama lain yang sebelumnya disebut-sebut berpotensi memimpin Pura Mangkunegaran seperti GPH Paundrakarna dan KRMH Roy Yamin, Susanto melihat ada kemungkinan kedua nama itu akan dilibatkan dalam pengelolaan Pura Mangkunegaran ke depan. Meski demikian hal itu bukan sebuah keharusan mengingat hal itu merupakan hak prerogatif dari seorang pemimpin.

"Jika putusan ini dianggap sebagai sebuah kompromi (pinisepuh, keluarga inti, dan HKMN) tentunya dua nama itu bisa saja dilibatkan. Andaipun ke depan tidak dilibatkan, saya kira tidak akan berpengaruh pada kepemimpinan adipati yang baru nanti,” ujarnya.

Berkaca pada masa MN IX saudara-saudara sang penguasa juga tidak terlibat aktif dalam pengurusan Pura Mangkunegaran. Sebab, ada birokrasi lain di internal yang mendukung sang adipati.

Soal faktor umur yang masih muda, Susanto menilai tak ada hal yang perlu dikhawatir dengan hal itu. Sebab, posisi adipati dalam puncak kepemimpinan Pura Mangkunegaran itu merupakan pimpinan trah atau keluarga besar dan pimpinan istana Pura Mangkunegaran.

"Soal masalah masih muda hal iti bisa dilakukan dengan berbagai cara dan pendekatan. Dari segi adat, Bhre tampaknya sudah biasa dengan berbagai adat di Pura Mangkunegaran. Dari segi kekinian, tentu hal itu bukan menjadi masalah selama Bhre memahami nilai-nilai yang ada di Mangkunegaran," tegas Susanto.

Terpisah, jelang momen pelantikan adipati baru Pura Mangkunegaran sibuk menyiapkan berbagai perlengkapan penunjang upacara adat kenaikan tahta. Salah satunya seperti persiapan abdi dalem bedaya yang h sibuk latihan tari Bedaya Anglir Mendung khas Mangkunegaran di pendapa setempat kemarin.

"Prosesi jumenengan pada 12 Maret mendatang dilakukan di pendapa. Ini mulai disiapkan karena memang tidak bisa mendadak," kata Pengageng Wedhana Satrio Pura Mangkunegaran KRMT Lilik Priarso Tirtodiningrat. (ves/bun) Editor : Damianus Bram
#GPH Bhre Mangkunegara X #GPH Bhre Cakrahutomo Wira Sudjiwo #GPH Bhre Raja Baru Mangkunegaran #Penerus Raja Mangkunegaran