Dua kakak tiri Bhre dari pernikahan mendiang Mangkunegara IX dengan Sukmawati Soekarnoputri itu memilih berada di Jakarta.
Hal tersebut diamini Ketua Himpunan Kerabat Mangkunegaran (HKMN) Satyotomo. "Bener, keduanya ada di Jakarta. Tapi alasanya apa, saya tidak berani komentar. Biar yang bersangkutan saja yang statement," jelasnya, kemarin.
Menurut Satyotomo, meski Paundra dan Menur tak hadir dalam jumenengan, hal tersebut tidak menjadi permasalahan di internal keluarga besar Pura Mangkunegaran. Sebelum ke Jakarta, Paundra juga sudah berpamitan.
“Beliau nanti juga pulang ke Solo. Ketemu kembali kok (dengan Mangkunegara X serta kerabat Pura Mangkunegaran). Yang jelas tidak ada polemik,” tegas dia.
Diberitakan sebelumnya, sebelum digelar jumenengan, Paundra sempat menemui mantan Wali Kota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo, Selasa (8/3) malam.
Dalam pertemuan itu, Paundra pamit akan bertemu Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.
Menurut Rudy, kedatangan Paundra menemuinya bukan merupakan bentuk manuver jelang jumenengan. Walau pun keluar istilah penyikutan dan penjegalan dari Paundra. "Beliau menyampaikan legawa dengan penyikutan dan penjegalan. Menurutnya begitu," terangnya.
Paundra ke Jakarta, imbuh Rudy, juga dalam rangka bersilaturahmi dengan Puan Maharani, Prananda, dan keluarga besar Presiden I RI Ir Soekarno. Kepada Rudy, Paundra bercerita mendapat kedudukan sebagai pangeran sepuh di Pura Mangkunegaran.
"Beliau juga sudah bisa menerima. Saya hanya berpesan, kalau sudah seperti itu, jangan sampai ada ontran-ontran di Mangkunegaran. Karena kalau adat kan tetap. Semua adatnya adalah putra prameswari yang diangkat dan jumeneng sebagai penerus MN IX," beber Rudy. (atn/wa/dam) Editor : Damianus Bram