“Saat ini masih dalam tahap penyelidikan. Sejumlah petujuk terus kami cari. Kami juga sudah memeriksa sejumlah saksi terutama masyarakat yang biasa beraktivitas di kawasan itu. Apakah ada gerak gerik mencurigakan atau tidak," ujar Kapolresta Surakarta Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak kemarin (31/3).
Selain memeriksa para saksi, lanjut Ade, jajaran Satreskrim Polresta Surakarta juga mencari CCTV yang merekam kejadian di lokasi. Ini untuk memudahkan polisi dalam memburu pelaku teror.
“Siapa dan motivasi orang itu yang melakukan keisengan meletakkan barang mencurigakan itu, tetap kami cari tahu pelakunya," ujar Ade,
Dia memastikan meski barang itu dari hasil penguraian Gegana Brimob Polda Jateng tidak berbahaya, pihaknya tetap melakukan penyelidikan. Hal itu dilakukan untuk mengetahui pelakunya dan motifnya hingga membuat masyarakat resah.
"Untuk situasi kamtibmas (keamanan dan ketertiban masyarakat) di Kota Solo dalam keadaan kondisif sampai saat ini. Agenda G20 juga tidak ada gangguan. Masih berjalan on schedule,” ujar dia.
Kepolisian siap menjamin setiap kegiatan masyarakat. Termasuk agenda penting G20 di Kota Solo yang diikuti delegasi dari berbagai negara.
“Kami tidak akan memberikan ruang bagi pelaku-pelaku yang coba-coba menggangu keamanan Kota Solo. Jadi kami minta masyarakat tidak perlu khawatir, tapi tetap harus waspada," tegas Ade
Apakah ada peningkatan status kerawanan di Kota Bengawan pasca kejadian teror tersebut, kapolresta menegaskan tetap normal. Sebab, keamanan dan ketertiban masyarakat Kota Solo sampai saat ini masih terkendali. Apalagi menjelang masuk bulan suci Ramadan.
Meski begitu, dalam postingan Instagram resmi milik Polresta Surakarta, seluruh polsek langsung melaksanakan kegiatan kepolisian yang ditingkatkan (KKYD) Kamis dinihari.
Operasi dengan menghentikan setiap kendaraan yang melintas ini dilaksanakan di sejumlah titik, terutama di batas keluar masuk Kota Bengawan. Sasarannya adalah operasi barang terlarang seperti narkoba, senejata tajam, minuman keras, bahan peledak, hingga penggunaan knalpot brong.
"Untuk operasi KKYD melalui giat tiada hari tanpa razia itu merupakan program Polresta Surakarta yang rutin digelar setiap hari. Giat ini kami terus lakukan dalam rangka menjaga dan memelihara kamtibmas masyarakat agar tetap kondusif," papar Ade
Terkait salat tarawih yang sebagian umat Islam mulai melaksanakan Jumat malam (1/4), Ade mempersilakan masyarakat fokus untuk beribadah dan polisi siap menjamin keamanan Kota Bengawan.
"Kami juga mengimbau seluruh masyarakat yang akan melaksanakan ibadah tarawih agar tetap disiplin dalam mematuhi dan melaksanakan protokol kesehatan yang berlaku," ujar Ade. (atn/bun) Editor : Damianus Bram