Pantauan Jawa Pos Radar Solo, ada tiga gereja yang dikunjungi Wali Kota dan Wakil Wali Kota bersama jajaran TNI Polri. Kunjungan Pertama dilakukan di Gereja Katolik Santo Antonius Purbayan yang ada di utara Balaikota Surakarta. Kunjungan kedua dilakukan di Gereja Kristen El Shaddai di Kepatihan Kulon. Dan terakhir di Gereja Katolik Santa Perawan Maria Regina Purbowardayan di Tegalharjo.
Dalam kunjungan itu ia mengecek persiapan gereja dalam menyambut Perayaan Paskah mulai dari sarana dan prasarana penunjang seperti tempat cuci tangan, hand sanitizer, dan alat pengecekan suhu tubuh di setiap pintu masuk gereja. Rombongan Wali Kota juga mengecek tata letak kursi jemaat yang akan mengikuti Ibadah Perayaan Paskah mendatang apakah sudah sesuai dengan ketentuan protokol kesehatan (prokes) atau belum.
Menimbang sejumlah hal yang ia temukan dalam kunjungan sore itu, Gibran memastikan bahwa semua gereja siap untuk menyambut jemaat untuk mengikuti ibadah Perayaan Paskah kali ini.
"Sudah bagus, sudah siap semua. Silakan masyarakat datang untuk misa Paskah," kata Wali Kota Surakarta saat ditemui di Gereja Katolik Santa Perawan Maria Regina Purbowardayan sore itu.
Melihat sarpras yang lengkap dan ketatnya penerapan prokes di sejumlah gereja, putra Presiden Joko Widodo ini tidak akan mempermasalahkan jika gereja melakukan penambahan peserta ibadah Perayaan Paskah.
"Silakan kalau mau nambah. Misalnya di Purbowardayan ini, kuotanya 1.100 orang, saya usul untuk ditambah 200 orang masih aman. Untuk pengamanan area dan pelaksanaan ibadahnya sudah dikaver dari TNI-Polri," tegas Wali Kota.
Pengurus Dewan Paroki Gereja Katolik Santa Perawan Maria Regina, Ambrosius Marjono memastikan seluruh persiapan Misa Paskah mulai dari Kamis Putih, Jumat Agung, hingga Malam Paskah dan Minggu Paskah sudah siap. Mekanisme misa atau peribadatan dilakukan dengan dua cara baik secara langsung datang ke gereja sesuai pembagian jatah misa yang dibagi per wilayah dan streaming lewat kanal youtube gereja setempat.
"Kapasitasnya 1.100 orang untuk tiap pelaksanaan misa, pembagian waktu misa sudah ada jadwal masing-masing sesuai wilayah umat. Mas Wali juga usul kalau boleh menambah kapasitas sebanyak 200 orang lagi agar lebih banyak umat yang bisa melaksanakan misa Tri Hari Suci secara langsung. Kalaupun nanti ada penambahan akan kami koordinasikan dulu," tutup dia. (ves/dam) Editor : Damianus Bram