Manajer Operasional PT Jasamarga Solo Ngawi (JSN) Budi Hermawan mengatakan, segala persiapan telah dilakukan untuk menyambut angkutan Lebaran ini. Diprediksi 700 ribu kendaraan bakal keluar masuk di ruas tol Solo-Ngawi.
"Prediksi volume lalu lintas exit 780.240 kendaraan dengan rata-rata harian mencapai 35.465 kendaraan. Sementara untuk prediksi volume lalu lintas entrance (pintu masuk) mencapai 777.660 kendaraan dengan rata-rata harian mencapai 35.348 kendaraan," kata dia kepada Jawa Pos Radar Solo, Selasa (19/4).
Prediksi sirkulasi kendaraan sebesar itu jauh lebih tinggi dibandingkan sirkulasi kendaraan di waktu normal maupun masa angkutan Lebaran 2019 lalu. Jika dibandingkan dengan kepadatan harian jumlah kendaraan yang keluar di ruas tol Solo-Ngawi ini meningkat 45 persen, sementara kepadatan harian pada momen Lebaran 2019 kepadatannya naik 15 persen.
"Peningkatan juga terlihat pada volume kendaraan masuk ruas Tol Solo-Ngawi dibandingkan kepadatam harian hingga 44 persen. Sementara jika dibandingkan dengan kepadatan momen Lebaran 2019 meningkat 13 persen," papar Budi.
PT Jasamarga Solo Ngawi memprediksi puncak kepadatan arus mudik akan terjadi pada 29 April. Sementara puncak kepadatan arus balik diprediksi terjadi pada 7 Mei. Menimbang potensi itu sejumlah titik di ruas tol bakal lebih padat dari biasanya seperti di Gerbang Tol (GT) Colomadu, GT Ngemplak, dan GT Karanganyar beserta sejumlah rest area. Di antaranya rest area A-B di KM 519, KM 538, dan KM 575.
"Hal-hal lain terkait masa angkutan Lebaran terus kami siapkan sampai hari ini. Kami juga berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mematangkan perencanaan dan penanganan menyambut masyarakat yang menempuh perjalanan melalui Tol Solo-Ngawi," imbuh dia. (ves/dam) Editor : Damianus Bram